Masjid Hj Anis Syarifah Diresmikan, Bos Suryo: Biarlah Saya Membangun Rumah Allah Atas Namamu !

Ketika tak lagi dapat memberikan hadiah secara langsung kepada sang istri, Suryo memilih membangun masjid dan mewakafkannya atas nama almarhumah. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Masjid Hj. Anis Syarifah di Mlangsen, Kapanewon Temon, diresmikan Jumat (16/10/2026) siang dan telah dipakai untuk salat Jumat perdana.

Masjid yang dibangun Bos HS Group Muhammad Suryo, ini bukan saja memberi warna baru bagi masyarakat Palihan, Temon, Kulon Progo, tetapi juga mendorong umat beribadah semakin nyaman.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammad Suryo beserta keluarga yang telah mewakafkan masjid tersebut untuk masyarakat.

Menurutnya, keberadaan masjid ini menjadikan  warga Palihan dan sekitarnya semakin meningkatkan kegiatan ibadah dan keagamaan di lingkungan mereka.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, kami sangat bangga dan senang dengan berdirinya Masjid Hj. Anis Syarifah ini,” ungkap Ambar.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan masjid untuk salat berjemaah, pengajian, belajar membaca Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan yang mempererat silaturahmi.

Ia juga mendoakan agar wakaf tersebut menjadi amal jariah bagi almarhumah Hj Anis Syarifah, dengan pahala yang terus mengalir melalui setiap kebaikan yang dilakukan di masjid tersebut.

Di balik berdirinya masjid ini, tersimpan kisah cinta dan kerinduan seorang suami kepada istrinya, yakni Muhammad Suryo kepada istri tercintanya Hj Anis Syarifah.

Muhammad Suryo menuturkan, kepergian yang kekal Anis Syarifah pada 1 Maret 2026 merupakan  kehilangan besar bagi dirinya dan keluarga.

Namun, pada hari ulang tahun sang istri, 17 April 2026, ia memutuskan mewujudkan kerinduannya melalui sesuatu yang diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi banyak orang.

BACA JUGA  Rapim DPRD Kulon Progo Sepakat Bikin Pansus PT SAK dan Akan Konsultasi ke Biro Hukum Pemda DIY

Yakni membangun masjid Hj Anis Syarifah di dekat tempat dimana almarhumah mengalami kecelakaan dan meniunggal dunia.

Ketika tak lagi dapat memberikan hadiah secara langsung kepada sang istri, Suryo memilih membangun masjid dan mewakafkannya atas nama almarhumah.

Baginya, masjid ini merupakan ikhtiar untuk menitipkan cinta melalui doa dan amal jariah.

“Kalau saya tidak bisa lagi membangun rumah yang nyaman untuk kita menua bersama di dunia, biarlah saya membangun rumah Allah atas namamu, dengan harapan Allah membangunkan rumah terbaik untukmu di surga,” tuturnya.

Suryo berharap masjid ini tidak hanya berdiri, tetapi benar-benar hidup melalui aktivitas masyarakat.

Ia ingin anak-anak tumbuh dengan belajar mengaji, warga memiliki tempat untuk menenangkan hati, dan kebersamaan terus terjalin melalui kegiatan ibadah maupun sosial.

Ia pun menitipkan masjid tersebut kepada masyarakat Palihan dan sekitarnya untuk dijaga serta dimakmurkan bersama.

“Masjid yang berhasil bukan masjid yang selesai dibangun, tetapi masjid yang hidup dan dimakmurkan oleh umatnya,” katanya.

Peresmian Masjid Hj. Anis Syarifah dilanjutkan dengan pengajian oleh Ustadzah Mumpuni.

Pada hari yang sama, masjid tersebut juga digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat perdana.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap kehadiran masjid ini menjadi awal tumbuhnya lebih banyak kebaikan di tengah masyarakat.

Dari wakaf ini, kini hadir ruang ibadah dan kebersamaan yang diharapkan terus memberi manfaat bagi warga, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat terus hidup dan mengalir melalui apa yang ditinggalkan untuk sesama.

BACA JUGA  Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Beri Pembekalan Untuk Jaga Warga

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *