Empat Orang Pemancing Ditemukan Meninggal Terseret Banjir Bandang di Petungkriyono Pekalongan

Dalam bencana ini menurut data petugas belasan pemancing terseret arus banjir bandang yang melanda Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut.(foto/ist)

Pekalongan, Proliman News – Sedikitnya 4 orang yang sedang mancing meninggal akibat terseret banjir bandang di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (20/1/2025) sore.

Lima warga setempat masih hilang kemungkinan besar tertimbun longsoran bukit.

Pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan, dan sukarelawan.

Dalam bencana ini menurut data petugas belasan pemancing terseret arus banjir bandang yang melanda Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebut data, belasan pemancing itu berkisar 11 hingga 18 orang.

“Data sementara ada sebelas, ada yang 15, ada yang 18, Datanya masih dinamis. Itu informasi warga mereka lagi memancing,” katanya.

Dia menjelaskan belasan orang tersebut tengah memancing di bibir sungai. Pada saat bersamaan terjadi arus deras yang mengakibatkan banjir bandang akibat tingginya curah hujan.

“Informasi dari warga mereka lagi memancing di sungai daerah Petungkriyono,” katanya.

Diperoleh keterangan dari belasan pemancing tersebut, empat orang di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Tim SAR sedang menyusuri lokasi kejadian di sana, beberapa sudah ketemu, ada yang bilang empat, meninggal,” katanya.

Sedang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (20/1/2025) pukul 17.30 WIB.

BACA JUGA  Baharuddin Kamba Meminta Presiden RI Prabowo Subianto Copot Menteri PPA Arifah Fauzi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, longsor menimbun dua unit rumah dan menyeret beberapa kendaraan yang sedang melintas di wilayah tersebut.

“Longsor juga menyebabkan 10 orang luka-luka yang segera dirujuk ke Puskesmas dan RSUD terdekat,” ujarnya, Selasa (21/1/2025).

Abdul Muhari mengatakan, selain korban jiwa, banjir dan longsor juga menyebabkan dua unit jembatan rusak.

 “Selain longsor, banjir bandang juga menerjang wilayah tersebut pascahujan deras yang mengguyur. Kerugian akibat banjir bandang masih dalam pendataan hingga saat ini,” katanya.

Liputan : Wawan Mahyudin

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *