Plt Pimpinan BUKP Galur Gandung Isdiyanto: Saya Ditunjuk Jadi Pimpinan Mulai 3/2/2025, Maaf Baru Adaptasi !

“Tetangga saya di Brosot (Galur, Kulon Progo, red) banyak yang menjadi penabung di BUKP Galur, sama seperti nasib Pak Basori susah menariknya. Alasannya tidak ada dana. Kok bisa begitu, ya ? Terus tabungan kami ini bagaimana nasibnya,”ujar Yati seorang penabung.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Plt. Pimpinan BUKP Galur, Gandung Isdianto mengatakan bahwa sejauh ini tidak tahu seberapa banyak nasabah yang kesulitan mencairkan dananya.

Karena Gandung Isdianto baru per tanggal 3 Februari 2025 lalu ditunjuk sebagai Pimpinan BUKP Galur dan sejak itu hingga saat ini ia baru menyesuaikan diri.

“Saya jadi Plt Pimpinan BUKP Galur sejak tanggal 3 Februari 2025 lalu, saya belum tahu apa-apa soal data nasabah dan masalahnya,” ujarnya ketika dihubungi Kamis (27/3/2025) malam.

Gandung Isdianto mengaku semula posisinya sebagai petugas biasa seperti petugas lainnya yang ada di BUKP Galur, dengan tugas pokok sebagai penarik cicilan dan penerima setoran nasabah.

Maka, ia kaget ketika tiba-tiba sejumlah orang yang merasa kesulitan mencairkan dananya dari BUKP Galur.

“Saya baru menyesuaikan diri dan belum sampai pada mempelajari data nasabah, atau menerima komplain nasabah yang tidak bisa mencairkan dananya,” tambahnya.

Tetapi ia berjanji akan segera melakukan konsolidasi ke dalam dan melakukan pemetaan data berapa jumlah nasabah pinjaman dan berapa nasabah tabungan.

“Saya benar-benar belum tahu soal ini ( nasabah yang kesulitan menarik dananya dari BUKP Galur, red) saya masih menyesuaikan diri,” tambahnya.

Demikian pun saat serah terima jabatan dari pimpinan lama tidak serta merta dilakukan diskusi soal data nasabah yang kini muncul ke media sebagai korban susahnya menarik tabungan dari BUKP Galur.

BACA JUGA  Polsek Pengasih Menangkap AW (32) karena Menggondol Tiga Buah HP Milik Pelajar SMP 4 Pengasih

Kamis ( 27/3/2025) Prolimannews.id  juga menerima pesan dari sejumlah orang yang mengaku memiliki dana tabungan di BUKP Galur dan menyatakan susah untuk menarik dengan alasan tidak ada dana di sana.

“Tetangga saya di Brosot (Galur, Kulon Progo, red) banyak yang menjadi penabung di BUKP Galur, sama seperti nasib Pak Basori susah menariknya. Alasannya tidak ada dana. Kok bisa begitu, ya ? Terus tabungan kami ini bagaimana nasibnya,”ujar Yati seorang penabung.

Ia mengatakan, dirinya hanya memiliki tabungan tidak banyak tetapi ia bisa menyebut beberapa nama tetangganya memiliki tabungan lumayan besar antara Rp 80.000.000 sampai Rp 150.000.000, sudah cukup lama tidak bisa mencairkan tabungannya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *