Jumlah Korban BUKP Galur Terus Bertambah Data Kasar Perkumpulan Ada Dana Rp12 Miliar Lebih Hilang

Sejumlah nasabah melaporkan bahwa buku tabungan dan bilyet depositonya diminta BUKP Wates dengan janji akan dicairkan simpanan mereka bulan ini. Namun hingga hari ini tidak ada realisasi pembayaran tabungan atau deposito.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Jumlah korban BUPK Galur terus bermunculan, sehingga jumlahnya juga terus bertambah.

Dari data yang dihimpun Perkumpulan Korban BUKP Galur, di Brosot hingga sore ini Sabtu (29/3/2025) yang telah terdaftar tidak kurang dari 125 nasabah.

Mereka ada yang sudah mengirim nomor telpon,nama terang, copy buku tabungan atau sertifikat deposito dan siap masuk group.

Namun dari 125 orang tersebut, baru terselesaikan verifikasi faktual sebanyak 30 orang, mulai dari nama asli penabung, jumlah tabungan atau deposito serta alamat lengkap mereka tinggal.

Sedang puluhan lainnya belum selesai diverifikasi, namun jumlah orang yang memiliki bukti buku tabungan atau sertifikat deposito BUKP Galur jumlahnya semakin banyak.

“Ada yang sudah telpon saya, tetapi karena tabungannya di BUKP selama ini dirahasikan, sehingga tidak diketahui suami atau istri, atau keluarga lain, maka mereka belum bersedia dimasukkan group,” ujar Sasmito Nugroho.

Jumlah nasabah korban BUKP Galur yang model seperti ini ternyata jumlahnya lumayan banyak.

Sedang yang lain mereka yang memiliki tabungan atau deposito di BUKP Galur tetapi tidak memiliki nomor handphone atau nama di buku tabungan beda dengan pemilik.

“Yang seperti ini ada juga, karena ada yang atas nama anaknya atau suaminya atau saudaranya, sementara duitnya dari dari dia,”ujarnya lebih lanjut.

Agar dikemudian hari tidak kisruh dan tetap legal, maka verifikasi detail tetap dilakukan meski ini sifatnya hanya perkumpulan. Dan kasus seperti ini tentu butuh kebijakan tersendiri.

BACA JUGA  Lima Tahun Hidup Bersama Alvi Maulana Tega Memutilasi Kekasihnya Menjadi Ratusan Potongan

Sasmito Nugroho mengatakan, dari sedemikian banyak penabung atau pemilik deposito, yang kini muncul bergabung dengan perkumpulan nilai tabungannya atau depositonya rata-rata diangka Rp 50 juta sampai Rp 200 juta.

“Saya belum melihat satu orang memiliki lebih dari Rp 500 juta, satu keluarga memiliki tabungan atau deposito lebih dari Rp500 juta sepertinya ada,” ujarnya.

Tetapi perkumpulan ini memperkirakan, jika dari 125 orang pemilik tabungan dan deposito ini masing-masing memiliki simpanan Rp 50 juta sampai Rp 100 juta maka sudah terkumpul dana tidak kurang dari Rp 6 – Rp 12 miliar rupaih.

“Tetapi itu nanti saja, sekrang kita fokus diverifikasi dulu, dan masih harus bekerja ekstra karena dua hari lagi Idul Fitri 1446 Hijriah, sehingga banyak hal yang harus tertunda,” ujarnya.

Sasmito Nugroho secara prinsip hanya mempertanyakan kepada pihak managemen BUKP Galur, dikemanakan uang tabungan biasa atau deposito milik ratusan orang ini.

Karena tabungan mereka besar-besar mulau dari Rp 30 juta, hingga ratusan juta rupiah. Jumlah penabungnya atau pemilik depositonya juga banyak.

Kalau uang tabungan mereka beredar di pinjaman, kan bisa dilaporkan kepada publik berapa jumlah peminjam dan berapa yang bermasalah berapa yang beres.

“laporan seperti itu tidak pernah ada, maka kami hari ini menyimpulkan ini pasti crime operation,” tambahnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *