Teguh Wibowo Nasabah BUKP Wates: Ngambil Tabungan Sendiri Kok Susah Kenapa ? Masak Sampai Ngemis-ngemis !

“Saya tidak ngemis atau minta lho, ngambil tabungan kita sendiri, kenapa susahnya minta ampun,” kata Teguh Wibowo menjelaskan.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Susahnya mengambil uang tabungan / deposito ternyata tidak hanya dialamai oleh para nasabah di BUKP Galur, Kulon Progo.

Teguh Wibowo, warga Pleret 6, Pleret, Panjatan, Kulon Progo dan istrinya bercerita bahwa tabungan dan depositonya di BUKP Wates, Kulon Progo, juga susah untuk diambil.

Teguh Wibowo mengatakan, keinginan mengambil  simpanannya di BUKP Wates itu terjadi sejak sebelum ramadhan kemarin. Karena ingin menambah modal kulakan.

Tetapi nasib apes, beberapa kali bermaksud mengambil tabungan di BUKP Wates keduanya selalu kembali dengan tangan kosong. Alias zonk.

“Saya tidak ngemis atau minta lho, ngambil tabungan kita sendiri, kenapa susahnya minta ampun,” kata Teguh Wibowo menjelaskan.

Alasannya bikin miris, petugas mengatakan BUKP Wates tidak ada duit. “Waduh! Ngalamat bermasalah ini, ” kata Bowo kepada Proliman News.

Karena keduanya kawatir tidak bisa mencairkan dana dengan cepat, Teguh Wibowo meminta bantuan beberapa kenalannya untuk mengurus deposito dan tabungan mereka tersebut.

Karena mereka sangat membutuhkan dana cukup banyak untuk kulakan jelang ramadhan, kemarin.

“Hasilnya sama, kami yang ngurus sendiri juga nggak bisa cair, teman yang ngurus juga tetap tidak bisa cair, ini gemana, ” ujarnya memaparkan.

Menurut Teguh Wibowo, mendengar jawaban bahwa tidak ada duit di BUKP Wates membuat keduanya yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Bendungan semakin resah.

BACA JUGA  Muslim Murjiyanto: Carut Marut Dana Nasabah di BUKP Wates dan Galur Bisa Masuk Korupsi Atau Penggelapan

Keduanya bahkan memiliki firasat, duit tabungannya di BUKP Wates bakal hilang seiring dengan beredar kabar BUKP Galur bermasalah, dan BUKP lain juga.

“Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab atas dana tabungan kami ini? Bupati atau Gubernur atau Presiden, kok nggak jelas, ” ujarnya.

Maka keduanya berfikir, untuk melapor masalahnya ini ke aparat penegak hukum atau mencari solusi lain di luar jalur aparat penegak hukum.

“Kami hanya berfikir, gemana acaranya dana tabungan kami itu bisa cair cepat, itu saja,” ujar Teguh Wibowo melalui sambungan telpon.

Karena menurutnya, tabungan itu bukan dari gajian bulanan bukan hasil korupsi, bukan dari dana hibah negara.

“Tetapi ini dari hasil kami mengumpulkan sedikit – demi sedikit keuntungan jualan di pasar. Ini hasil keringat orang kecil, mas,” tandasnya.

Dari kejadian susahnya mengambil dana tabungan di BUKP Wates ini, Teguh Wibowo dan istri bahkan terbersit ini merupakan firasat bahwa tabungannya di BUKP Wates kemungkinan besar akan hilang.

Alasannya, pertama, kejadian ini sangat aneh dan tidak lazim di dunia perbankan, karena BUKP Wates yang penabungnya sangat banyak sampai tidak memiliki dana stand by untuk melayani nasabah yang akan mengambil tabungan atau depositonya.

“Aneh kan, lha tabungan kami itu kemana ? Masak BUKP Wates tidak ada dana sama sekali. Masak mau ngambil sejuta dua juta saja susahnya minta ampun,” tambahnya.

BACA JUGA  Karyawan PT SAK Berkirim Surat Terbuka Kepada Bupati Kulon Progo, Isinya: Kami Tunggu Sampai 1 Agustus 2025

Kedua, seandainya semua dana simpanan masyarakat beredar di peminjam tentu pengelola BUKP Wates punya backing dana yang sistematis untuk melayani pengambilan tabungan atau deposito.

“Ini pikiran kita wong ndeso bodo-bodo mas,” ujarnya menambahkan.

Teguh Wibowo dan istrinya mengaku punya tabungan dan deposito di BUKP Wates senilai Rp 42 juta di BUKP Wates. Dari tabungan sebesar itu, selama ini mereka baru berhasil mengambil Rp 8 juta, dengan susah payah.

“Masak harus ngemis-ngemis, masak ngambil tabungan harus berjuang jeras seperti ini,” katannya.

Teguh Wibowo berharap Pemprov DIY dalam hal ini Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebagai pemimpin tertinggi BUKP memberi jaminan bahwa tabungan mereka bisa dicairkan segera.

“Kalau tidak ya hilang lenyap ditelan bumi. Terus siapa yang bertanggungjawab ini,” tanya Teguh Wibowo menyudahi ceritanya karena kehabisan kata-kata.

Semtara Bupati Kulon Progo Agung Setyawan saat diminta konfirmasinya mengenai banyaknya penabung di BUKP – BUKP di Kulon Progo yang susah mencairkan simpanannya tidak memberi penjelasan panjang.

Agung Setyawan hanya menyatakan bahwa informasi tersebut sudah di tindak lanjut.

“Sudah di Tindak Lanjuti (TL). Terimaksih informasinya,” ujarnya pendek.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *