Gunungkidul, Proliman News – Jangan membiarkan warga yang terkena antraks terlantar atau tidak dirawat dengan baik.
Karena penyakit antraks tidak menular dari manusia ke manusia, tetapi dari hewan ke manusia.
Namun kita patut waspada karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik secara dini.
Pemeriksaan seseorang apakah terkena antraks atau tidak adalah dengan pemerikasaan darah dan diperiksa serologinya.
Pengobatan antraks dilakukan dengan pemberian antibiotik. Dengan pemberian antibiotik yang baik sesegera mungkin, risiko kematian dapat diturunkan.
Pencegahan adalah cara yang paling bijak untuk terhindar dari serangan penyakit antraks.
Pencegahanannya yang dapat dilakukan adalah agar tidak mengkonsumsi daging hewan ternak yang tidak dimasak dengan matang sempurna.
Jangan menyembelih hewan yang sakit, lalu saat mengolah daging harus memakai proteksi (sarung tangan).
Saat menguburkan hewan terduga sakit karena antraks juga harus memakai proteksi, dan jangan menggali hewan yang positif antraks yang telah dikubur karena dikhawatirkan sporanya masih ada.
Upaya preventif juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin pada hewan ternak. Vaksin antraks khusus untuk juga manusia dianjurkan bagi mereka yang memiliki resiko tinggi.
Demikian peringatan sejumlah ahli penyakit tropis dan infeksi setelah membaca bahwa sejumlah orang di Gunungkidul DIY kembali positif antraks.
Apalagi kasus serupa sejak empat tahun ini terus muncul di Gunungkidul, meski antraks sebenarnya merupakan penyakit yang berasal dari hewan dan bukan tipologi pandemi.
Liputan : Rendy Satrio



