Antraks Kembali Serang Manusia di Gunungkidul Kasus Seperti Ini Terus Berulang Sejak Tahun 2021 Lalu, Kenapa ?

Kita akan mengalami cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, dan akan berdampak meriang flu, batuk sesak nafas dll. (foto/ist)

Gunungkidul, Proliman News – Gempar di masyarakat, 3 orang di Gunungkidul, DIY, positif antraks dan sejumlah orang ditengarai menderita gejala antraks.

Antraks pada manusia ini membuat gempar, karena selama beberapa tahun terakhir antraks menyerang manusia di wilayah ini.

Antraks menurut sejumlah sumber menyerang manusia mulai ditemukan sejak tahun 2017 lalu, di wilayah DIY.

Namun sejak tahun 2021 hingga tahun ini tanpa henti selalu ditemukan kasus antraks serang manusia di Gunungkidul.

Ahli Penyakit Tropis dan Infeksi RSHS, dr. Primal Sudjana Sp.PD-KPTI kepada media pada Kamis (26/01/ 2017) mengatakan hingga tahun 2016 di RSHS belum ditemukan kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis ini jangkiti masnusia.

Bacillus anthracis adalah bakteri yang biasanya hidup pada hewan ternak yaitu  sapi ( paling rawan) , domba, kambing, dan lainnya.

Bacillus anthracis membentuk spora yang merupakan cikal bakal penyakit antraks. Dalam bahasa Yunani anthracis berarti batubara.

Spora bacillus anthracis sangat berbahaya menyebabkan luka berwarna kehitaman dan semakin lama makin menghitam dan mengering mirip dengan warna batubara.

Penyakit ini mempunyai masa inkubasi berbeda-bed ada yang satu hari hingga 30 hari.

Lebih jauh Primal menjelaskan bahwa ada tiga macam jenis antraks yaitu antraks kulit, antraks paru dan antraks saluran cerna.

Dari semua kasus yang pernah ada, sebanyak 89% yang paling banyak terjadi adalah antraks yang menyerang kulit.

BACA JUGA  Garuda Indonesia Beroperasi Bertahap di Bandara Soetta; HIMPUH Dorong Pembentukan Pusat Koordinasi Krisis Umrah

Saat spora bacillus anthracis masuk ke kulit yang luka, lalu menyebabkan luka yang kehitam-hitaman seperti kena rokok dan mengering.

Biasanya luka tersebut rasanya tidak sakit. Untuk jenis ini, gejala demam jarang terjadi.

Pada jenis antraks paru, spora Bacillus Anthracis dalam jumlah tertentu terhirup oleh manusia.

Antraks paru banyak menyerang  orang-orang yang suka menyortir bahan wool karena wool itu berasal dari domba yang mempunyai  spora antraksnya.

 Oleh karena itu antraks paru ini dikenal dengan nama Wool Sorter Desease.  Saat spora ini masuk ke paru-paru kemudian ditangkap oleh sel tubuh, maka akan bereaksi menyebabkan luka dan menyebabkan kerusakan.

Setelah itu spora basilus nya itu mengeluarkan racun dan kemudian racun tersebut beredar ke seluruh tubuh. Untuk antraks paru ada gejala batuk, demam dan flu.

Jenis antraks yang lain yaitu antraks yang menyerang saluran cerna, dapat terjadi ketika spora Bacillus Anthracis termakan karena sumber spora tersebut berasal dari daging hewan ternak yang sakit  dan dimasak tidak matang sempurna.

Hal ini akan menyebabkan luka di saluran cerna kemudian mengeluarkan racunnya kemudian racunnya beredar dalam tubuh.

Liputan : Rendy Satrio

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *