Kulon Progo, Proliman News – Lebih dari sepuluh tahun jalan mereka hancur, ratusan warga Pedukuhan Tangkisan, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo siang tadi Minggu (13/4/2025) melakukan demo turun ke jalan.
Mereka mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan jalur Pripih – Kokap tersebut, karena jalan itu merupakan akses vital bagi berbagai kegiatan warga sejumlah kalurahan.
“Pemerintah jangan menututup mata. Ini juga rakyat Indonesia, warga Kulon Progo. Kudu samabat karo sopo,” bunyi spanduk-spanduk mereka.
Terlihat beberapa ruas jalan bahkan sudah ditanami pohon pisang, dan sebagian lain kondisinya seperti kubangan kerbau.
Warga meminta Pemda Kulon Progo tidak menututp mata dengan kondisi warga di sisi barat Kulon Progo tersebut. Jika keinginan mereka tidak segera diperhatikan warga akan melakukan demo lebih ekstrim.
“Ya gemana lagi, ini sudah kelewat batas. Mosok hanya memperbaiki jalan sepanjang satu kilometer saja (Pemda Kulon Progo) tidak mampu,” ujar warga.
Jalan yang rusak parah berada di ruas Pedukuhan Tangkisan 2 sepanjang satu kiometer. Kondisinya bukan hanya rusak, bahkan sudah susah untuk dilalui kendaraan roda empat dan kendaraan bermotor.
Sejumlah warga mengatakan, jalur tersebut sudah lebih dari sepuluh tahun rusak dan tetap dibiarkan tak terurus meski meski warga melalui pemerintahan setempat, DPRD Kulon Progo, bahkan pernah disampaikan ke Pemda Kulon Progo. Namun tidak kunjung diperbaiki.
Anggota DPRD Kulon Progo, Sutrisno yang berasal dari wilayah itu ketika diminta penjelasannya mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengangkat masalah ini di berbagai rapat DPRD bersama Pemda Kulon Progo.
Kendalanya, karena jalan tersebut merupakan jalur Bedah Menoreh, sementara semuanya tahu Proyek Bedah Menoreh tidak berjalan dengan cepat, maka jalur itu menjadi terbengkelai.
“Sementara jalur itu merupakan akses vital bagi anak-anak sekolah, perekonomian dan aktivitas warga. Bukan hanya dari Kalurahan Hargomulyo tetapi juga beberapa kalurahan lain,” katanya.
Terakhir, disepakati jalur itu akan dilakukan pemeliharaan atau penambalan agar bisa dilalui warga dengan sedikit nyaman.
Sedang Proyek Bedah Menoreh yang konon dimulai dari utara, dan posisi wilayah ini di selatan, tentu akan menjadi problem tersendiri.
“Kita berusaha yang penting akses warga nyaman dulu, soal mau digarap Proyek Bedah Menoreh mau darimana saja monggo, mau mulai kapan terserah saja, “ ujar Sutrisno.
Liputan : Yulivan Adi Surya



