Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah nasabah korban BUKP Wates, Kulon Progo kembali menggelar aksi di depan kantor BUKP Wates, di Bendungan, Wates, Kulon Progo, Selasa (6/5/2025).
Mereka menggelar berbagai spanduk yang bernada meminta agar Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberi pengayoman kepada nasib tabungan / deposito mereka yang hingga kini tidak jelas hilang kemana.
Mereka meminta Gubernur DIY bersedia bertemu dengan para nasabah agar mendapatkan laporan yang nyata kondisi BUKP Wates dan kondisi nasabahnya.
“Kondisi nasabah di BUKP Wates itu, tabungan /depositinya banyak, hingga ratusan juta bahkan ada yang hampir satu miliar, tetapi mereka rakyat biasa,” ujar Suroso.
Mereka kini memiliki simpanan di BUKP Wates hingga Rp 4,2 miliar, karena bekerja keras banting tulang atau uang hasil jualan tanah atau rumah yang kemudian dibujuk pegawai BUKP untuk disimpan di sana.
Tetapi setelah uang mereka disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito kini giliran mereka akan disiksa dengan kebijakan aneh BPKAD DIY, yang akan membayar tabungan atau depsoito hanya sesduai yang masuk sistem BUKP.
“Lhah kalau nggak cocok dengan buku tabungan piye, kalau banyak yang diembat setan piye, ini Ngarso Dalem harus pirso, kami rakyat paduko sinuwun,” katanya.
Suroso mengatakan hal itu sebelum melakukan aksi dengan melakban mulutnya dan berbaring di halaman kantor BUKP Wates bersama rekannya Tri Wibowo.
Keduanya kemudain ditaburi bunga-bunga sebagaimana lazimnya menabur bunga di pusaran jenasah kerabat atau keluyarga yang meninggal.
Aksi ini dimaksud sebagai bentuk sindiran bahwa banyak pejabat mulai mati nalar dan rasanya karena tidak sensitif terhadap konbdisi rakyat.
Tri Wibowo mengatakan akan terus menggelar aksi mati di depan Kantor BUKP Wates sampai Ngarso Dalem Sri Sultan HB X turun tangan dan bersedia membayar seluruh tabungan/deposito kita di BUKP Wates.
“Kita akan terus menggelar aksi semacam ini, aksi mati, aksi tutup mulut dan aksi pepe. Jika perlu ratusan orang akan menggelar aksi pepe di alun-alun Kraton Yogyakarta,” ujarnya.
Liputan : Suyono Sugondo




Kalo tidak ada kelanjutan dari Sri Sultan…..nanti cari bantuan LBH yg sekiranya bisa ada tindakan pencairan secepatnya
cari bantuan LBH yg sekiranya bisa ada tindakan pencairan secepatnya