Semarang, Proliman News – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian menjelaskan, pada tahap awal Kopdes Merah Putih ini akan mendapatkan pinjaman senilai Rp 5 miliar dari bank Himbara dengan bunga kredit yang rendah.
“Koperasi Merah Putih ini bukan hanya akan diberikan pinjaman Rp 5 miliar dari Himbara dengan kredit bunga yang rendah, tapi juga akan dikroyok oleh para menteri-menteri lain yang ada hubungannya dengan memperkuat desa,” terang dia.
Tito mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk program Kopdes Merah Putih ini adalah sekitar Rp 350 triliun untuk membangun 70.000 koperasi desa.
Seperti apa bentuk, tampilan dan operasional Koperasi Desa Merah Putih yang terus digenjot pemerintah ?
Koperasi ini setidaknya akan membuat suasana desa memiliki pusat perekonomian baru atau setara dengan super market.
Ada gerani bahan pangan, gerai kebutuhan pokok, ada gerani transaksi keuangan dan berbagai lapak bisnis komoditi.
Jika benar demikian maka, Koperasi Desa Merah Putih akan membuat warga desa tidak perlu keluar wilayah untuk berbisnis atau belanja.
BRI juga dapat mendukung penyediaan fasilitas layanan transaksi keuangan yang dibutuhkan koperasi untuk menjalankan operasionalnya. Seperti layanan QRIS, AgenBRILink, Tabungan BRI, dan BRImo.
Sebagai informasi, pemerintah akan memberikan modal awal Rp 3-5 miliar ke setiap Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia untuk membangun fasilitas pendukung.
Pembiayaan modal awal koperasi tersebut berasal dari dana desa, APBN, APBD, dan pinjaman dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Himbara akan berperan dalam pendanaan Koperasi Desa Merah Putih melalui skema cicilan selama 3-5 tahun guna memastikan koperasi itu beroperasi secara optimal sejak awal.
Liputan : Suyono Sugondo



