Mangkrak 20 Tahun Bangunan di Pelabuhan Tanjung Adikarto Perlahan Ambrol, Ketua DPRD Kulon Progo : Saya Nangis !

Gedung Perbengkelan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Karangwuni, Wates, Kulon Progo, yang berada di ujung selatan pelabuhan sudah rontok dan tinggal puing-puing hingga membuat hati miris.(foto/Winarto)

Kulon Progo, Proliman News – Perlahan namun pasti, satu persatu bangunan di kompleks Pelabuhan Tanjung Adikarto, Karangwuni, Wates, Kulon Progo, ambruk karena 20 tahun mangkrak.

Reporter Prolimannews.id, Winarto, hari ini Kami (15/5/2025) melaporkan sejumlah bangunan yang ada di pelabuhan ini ambruk meski belum pernah dipakai sejak dibangun.

Seperti gedung galangan kapal dan perbengkelan, yang berada di ujung selatan pelabuhan sudah rontok dan ringgal puing-puing hingga membuat hati miris.

Kemudian sejumlah gedung perkantoran juga ambrol, atap remuk, sejumlah tempat menjadi sarang kelelawar, banyak kotoran.

Satu-satunya bangunan yang masih nampak bersih dan selalu dipakai hanya Pos Pengamanan, karena ada penjaganya meski tidak rutin.

Yang menyedihkan sejumlah bangunan perkantoran pintunya hilang entah kemana. Ini bukan karena ambrol, tetapi sepertinya dicuri warga, karena tidak ada barangnya di lokasi itu.

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifudin, ketika dilapori masalah ini hanya terdiam dan mengatakan akan segera melaporkan kepada Pemda Kulon Progo dan Pemda DIY.

“Sebenarnya ada usulan seluruh komplek Pelabuhan Tanjung Adikarto akan dibenahi untuk kepentingan ekonomi produktif. Tetapi kemarin kendalanya, dua tahun lebih kita hanya punya pejabat sementara, sehingga tidak bisa jalan,” ujarnya.

Sekarang sudah ada Bupati Kulon Progo, pihaknya akan segera mencari waktu untuk membahas masalah ini dengan seluruh pejabat yang berkepentingan.

“Kalau sampean nangis lihatnya. kita sudah lama nangis melihat kondisi ini, tetapi ya itu kemarin hanya ada pejabat sementara, semoga segera ada solusi,” tambahnya.

BACA JUGA  Seni Bangilun Gerbosari Samigaluh Kulon Progo Juga Akan Digarap Dinas Kebudayaan Melalui Program Sigro Mentas

Untuk peruntukan apa pelabuhan ini tentu butuh diskusi dengan lebih banyak komponen sehingga bisa memberdayakan perekonomian masyarakat di Kulon Progo.

“Terimakasih, usulannya, untuk Taman Kuliner Ikan Laut Terbesar, atau menjadi Tempat Wisata Nuanasa laut, dan sebagai Pasar Ikan Laut terbesar di DIY,” katanya berseloroh.

Semoga ada respon dari semua pihak yang punya kewenangan atas Pelabuhan Ranjung Adikarto.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Karangwuni, Kapanewon Wates, dibangun secara bertahap dari 2005 dengan anggaran Rp 365 miliar.

Adapun pelabuhan ini didesain untuk bisa menampung hingga 400 kapal dengan 5.000 nelayan setiap tahun.

Perkiraan produksi tangkapan ikan jika pelabuhan ini beroperasi sebesar 27.400 ton per tahun atau senilai Rp 276 miliar.

Namun hingga saat ini, Tanjung Adikarta belum dapat dipergunakan sesuai rencana karena ada sedimentasi pasir yang tinggi di pintu masuk dermaga atau bagian muara sungai serang.

Selain itu panjang break water di sisi barat masih kurang 150 meter, dan panjang breakwater di sisi timur kurang 170 meter. Hal ini membuat jalur masuk keluar perahu nelayan menjadi tidak aman.

Liputan : Winarto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *