Tanggul Sungai Tuntang Kembali Jebol Warga 7 Desa di Demak Jawa Tengah Mulai Terendam Banjir

Saat ini tanggul sungai Tuntang di Desa Karangrejo yang jebol sepanjang 13 meter. Sementara, tanggul sungai Tuntang di Desa Kembangan sepanjang 4 meter.(foto/ist)

Demak, Proliman News – Ratusan rumah warga di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah terendam air akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Tanggul Sungai Tuntang jebol di Dukuh Pidodo, sejak kemarin malam dan terus melebar hingga arus deras air dari hulu menggenangi pemukiman warga.

Diketahui tanggul selebar 10 meter ini jebol di titik perbatasan Desa Kembangan dan Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, kibat air deras terus menghajar.

Sehingga air sungai mengalir deras ke pemukiman warga dan area persawahan. Tak hanya itu, kondisi tanggul di sekitarnya pun dikabarkan dalam kondisi kritis.

Ketinggian air yang menggenangi rumah-rumah warga bervariasi, kini mulai dari 30 hingga 60 sentimeter.

Meski demikian, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Namun, jika debit air terus meningkat, evakuasi ke tempat yang lebih aman menjadi pilihan yang tak terelakkan.

Salah satu warga, Mundzakir, menuturkan tanggul jebol karena tak sanggup menahan volume air yang meningkat secara tiba-tiba.

Warga pun tidak sempat melakukan antisipasi karena air datang begitu cepat.

“Dukuh Pidodo adalah wilayah yang terdampak paling parah. Saat ini kami masih bertahan, tapi kalau air naik terus, tentu kami akan mengungsi,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu, 18 Mei 2025.

Diperoleh data, sebanyak tujuh desa di Kabipaten Demak, Jawa Tengah, terendam banjir.akibat dua titik tanggul Sungai Tuntang jebol.

BACA JUGA  SPPG Polres Wonosobo Mulai Beroperasi Layani 1.158 Penerima Manfaat Dokkes Pastikan Keamanannya

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Musyafak, menyampaikan tujuh desa yang diterjang banjir adalah Desa Ploso, Lempuyang, Sidoharjo, Trimulyo, Mintreng, Karangrejo, dan Kembangan.

Banjir ini disebabkan debit air sungai meningkat hingga melimpas ke wilayah permukiman.

Banjir juga disebabkan tanggul sungai Tuntang di Desa Karangrejo dan Kembangan jebol.

“Kiriman air dari bendungan Glapan, terus di Desa Ploso itu ada limpasan, dan tanggul sungai Tuntang di (dukuh) Karangrejo dan (desa) Kembangan itu jebol,” kata Agus, Minggu, 18 Mei 2025.

 Kondisi banjir yang merendam wilayah permukiman paling parah di Desa Karangrejo Kecamatan Bonang.

Ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga lebih dari 50 sentimeter.

Selain rumah warga, banjir juga merendam Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jagatan Madrotul Huda dan ratusan hektar sawah yang baru saja ditanami.

“Kalau di Desa Ploso ketinggian air tidak separah yang di Karangrejo. Tapi ini (banjir) sudah mulai surut,” kata Agus.

Terhadap tanggul sungai Tuntang yang jebol akan segera dilakukan perbaikan.

Saat ini tanggul sungai Tuntang di Desa Karangrejo yang jebol sepanjang 13 meter. Sementara, tanggul sungai Tuntang di Desa Kembangan sepanjang 4 meter.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Amir Mahmud, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani jebolnya tanggul tersebut.

BACA JUGA  Puluhan Warga Tertimbun Longsor di Cibeunying Majenang Cilacap, Cuaca Buruk Jadi Penghambat Pencarian

Ia memastikan penanganan segera dilakukan untuk mencegah banjir semakin meluas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah perbaikan agar dampak banjir tidak semakin meluas ke permukiman warga,” tegas Amir Mahmud.

Warga pun berharap, penanganan tanggul jebol ini dapat dilakukan secepat mungkin agar dampak bencana tidak semakin parah dan meluas ke wilayah lainnya.

Liputan : Muh Amirudin

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *