Roy Suryo: Dengan Kualitas Skripsi Seperti Itu Rasanya Tidak Mungkin UGM Keluarkan Ijasah untuk Jokowi

Pakar telematika Roy Suryo meyakini bahwa dengan kualitas skripsi seperti itu maka tidak mungkin UGM Yogyakarta menerbitkan ijasah untuk Joko Widodo (Jokowi).(foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Pakar telematika Roy Suryo meyakini bahwa dengan kualitas skripsi seperti itu maka tidak mungkin UGM Yogyakarta menerbitkan ijasah untuk Joko Widodo (Jokowi).

“Saya kan meneliti skripsi Jokowi, saat di UGM kemarin, dengan standar skripsi seperti itu rasanya sangat tidakmungkin UGM mengeluarkan ijasah untuk Jokowi,” katanya.

Demikian Roy Suryo dalam telewicara dengan Kompas TV, siang ini menanggapai telah hadirnya Presiden ke-7 RI Jokowo Widodo ke Bareskrim Polri untuk klarifikasi tududan ijasah palsu.

Roy Suryo menyatakan, bahwa apa yang ia teliti adalah skripsi Joko Widodo beberapa minggu lalu saat berada di Fakultas Kehutanan UGM.

Ia mengaku tidak terkait langsung dengan TPUA yang melaporkan soal ijasah palsu Joko Widodo ke Bareskrim Polri.

“Saya ucapkan selamat kepada Bareskrim Polri telah mengundang Jokowi, semoga apa yang dilakukan hari ini karena dumas (aduan masyarakat) ya, kan ini dumas,” katanya.

Ia mengatakan dalam hal ijasah palsu Jokowi pihaknya merupakan peneliti independen yang tidak terkait dengan siapapun.

Riy Suryo berharap nanti dalam persidangan, pengadilan atau Bareskrim Polri bisa dengan detail hasil uji forensik ijasah Joko Widodo.

Seperti kertasnya, itu menggunakan jenis karbon apa, kemudian tinta yang digunakan jenis apa, lalu apakah jenis hurup yang dipakai ada atau tidak di tahun kelilusan Joko Widodo saat itu.

BACA JUGA  Kotbah Idul Fitri Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) Membuat Air Mata Rakyat Indonesia Meleleh

Bahkan Roy Suryo juga meminta ada apakah tinta emas yang ada itu sudah ada di tahun kelulusannya, kemudian tanda tangan Rektor UGM tahun itu, cocok tidak dan tandatangan Dekan Fakukras Kehutanan menggunakan tinta apa.

Diketahui Presiden RI ke-7 Joko Widodo, akhirnya memberi keterangan kepada pers usai menjalani klarifikasi di Gedung Bareskrim Polri, terkait tudingan ijasah palsu.

Jokowi didampingi kuasa hukumnya bercerita, bahwa ia mengaku sebenarnya sedih jika proses hukum ijasah palsu ini berlanjut.

Tetapi karena sudah diproses, maka semuanya diminta menunggu dan mengikuti proses hukum yang sedang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Jokowi keluar dari Bareskrim Polri sembari membawa map yang berisi ijasahnya dari SD hingga Perguruan Tinggi.

“Ini sekaligus mengambil ijasah saya yang kemarin kita serahkan ke Bareskrim,” ujar Jokowi sembari menumbar senyuman.

Soal apakag proses uji forensik sudah selesai atau belum, wartawan diminta menanyakan kepada Bareskrim Polri.

“Nanti ditanyakan ke Bareskrim, ya,” ujarnya sembari bergegas pulang.

Ketika Jokowi diminta menunjukkan ijasahnya kepada wartawan, ia mengatakan bahwa ijasah nanti akan dibuka atas perintah persidangan atau hakim.

“Itu nanti, kita akan kami buka saat diminta oleh pengadilan oleh hakim,”katanya.

Jokowi mengatakan, ia harus menjawab 22 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim Polri, terkait ijasah dari SD, SMP sampai Universitas.

“Juga hal-hal yang berkaitan dengan skripsi dan kegiatan mahasiswa saya,”ujarnya.

BACA JUGA  Tujuh Orang Polisi Ditangkap Terkait Insiden Terlindasnya Driver Ojol Pada Demo Ricuh di Pejompongan

Ia datang ke Bareskrim Polri karena dilaporkan oleg Pengacara Egy Sudjana dan TPUA, dengan tuduhan memiliki ijasah palsu.

Jokowi mengaku sedih sebenarnya jika kasus ini harus terus bergulir.

“Saya itu sebetulnya sedih, kalau proses hukum mengenai ijasah ini maju lagi ke tahap berikutnya. Saya kasihan, tapi ini sudah keterlaluan, ya, ini kita tunggu proses hukum selanjutnya,” ujarnya Jokowi.

Sementara Kuasa Hukum Jokowi, Yusuf Hasibuan mengatakan, apakah uji forensik ijasah Jokowi sudah selesai itu ada proses yang harus dilalui.

“Kita menunggu atas pengecekan ijasah Pak Jokowi, ijasah asli sudah dibawa Pak Jokowi itu, yang dibawa tadi, “ ujarnya.

Ia menilai dengan sudah kembalinya ijasah tersebut berarti uji forensik sudah selesai.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *