Basis Massa Partai Golkar Lebih Banyak Percaya Bahwa Ijasah Jokowi Palsu, Surveinya Mencapai 45,4 Persen

Tingkat kepercayaan warga Partai Golkar terhadap pemalsuan ijazah Jokowi ternyata paling tinggi, dibanding warga partai lainnya. Yakni mencapai 45,4 %.(foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Survei Indikakator Politik Indonesia menyebut, tingkat kepercayaan konstituen Partai Golkar terhadap pemalsuan ijazah Jokowi paling tinggi.

Tingkat kepercayaan warga Partai Golkar terhadap pemalsuan ijazah Jokowi ternyata paling tinggi, dibanding warga partai lainnya. Yakni mencapai 45,4 %.

Seperti kita tahu, Indikator Politik Indonesia mengukur tingkat kepercayaan publik dan partai politik terhadap penanganan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

“Setidaknya ada 45,4% basis partai Golkar percaya Jokowi memalsukan ijazah. Angka itu paling tinggi dibandingkan basis dari partai lain,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya pada Selasa (27/5.2025).

Survei juga menunjukkan bahwa sebanyak 22,2% basis kader Partai Gerindra percaya Jokowi telah memalsukan ijazah.

Sementar itu, pada basis PKS sebanyak 24,1 percaya atas perlakuan tersebut.

Kemudian, pada basis mantan partai Jokowi, PDIP, menunjukkan data sebesar 25,6% percaya Presiden ke-7 Indonesia itu telah memalsukan ijazah.

Kendati rasa ketidakpercayaan terhadap pemalsuan ijazah Jokowi terbilang rendah pada dua basis partai besar tersebut, yang dianggap sebagai basis pembenci tetapi data lain menunjukkan basis Partai Golkar percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazah.

“Basis Golkar terbelah sama besar antara yang percaya dan tidak percaya. Setidaknya ada 45,4% basis partai Golkar percaya Jokowi memalsukan ijazah. Angka itu paling tinggi dibandingkan basis dari partai lain,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

BACA JUGA  Seluruh Kajari di DIY Berganti, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Ia mengatakan, selain ditujukan kepada partai politik, survei ini juga mengelompokkan responden mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap ijazah Jokowi dalam kategori basis partai.

Burhan mengatakan bahwa baik pada kelompok responden yang tidak mengetahui kasus maupun responden yang mengetahui kasusnya, mayoritas menyatakan tidak percaya Jokowi telah memalsukan ijazahnya.

“Jadi yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 66,9% dari semua responden,” ujarnya.

Survei ini diikuti oleh 1.286 responden dengan wawancara melalui sambungan telepon.

Metode sampel menggunakan double sampling dengan menghasilkan margin of error 2,8% dan tingkat kepercayaan 93 persen.

Indikator Politik Indonesia lalu membagi responden ke dalam dua kelompok dalam survei kategori ini.

Kelompok pertama adalah semua responden yang terlibat survei dan kelompok kedua merupakan mereka yang mengetahui kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Yang mengaku tahu kasus ini 75,9%. Jadi terus terang jarang kasus hukum yang menarik perhatian seluas ini. Kalau saya bulatkan, dari 10 orang Indonesia, 8 tahu kasus ijazah palsu, dua tidak,” ujar Burhan. 

Di samping itu, sebanyak 69,9% respons yang mengetahui kasus ini yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazahnya.

Namun, ada sekitar 19% masyarakat yang percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah.

Survei juga menghitung tingkat kepercayaan berdasarkan demografi dan wilayah.

Ditemukan bahwa responden laki-laki mayoritas sangat percaya dan percaya terhadap kasus dugaan ijazah palsu Jokowi tersebut, yakni sebanyak 24,1%.

BACA JUGA  Sebelum Dicopot, Purbaya Lontarkan Kecaman Keras ke Perusahaan Asing Pemain Suap

Dari kategori generasi antara Gen Z, milenial, Gen X dan Baby Boomers, mayoritas yang percaya dan sangat percaya adalah Gen Z dan Baby Boomers, yakni di angka yang sama 21,4%.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *