Waoouuw ! Basis Partai Percaya Ijasah Jokowi Palsu, Teratas Golkar Disusul PDIP, PKS dan Gerindra

Sementara itu, lebih dari dua kali lipatnya, yakni 43,1 persen menyatakan tidak percaya sama sekali, dan 23,8 persen menyatakan kurang percaya.(foto/ist)

Jakarta, Proliman News –  Survei Indikator Politik Indonesia tercatat 45,4% responden dari basis pemilih Partai Golkar percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazahnya.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan basis partai lain, seperti PDIP (25,6%), PKS (24,1%), dan Gerindra (12,5%).

“Isu ijazah ini sudah selesai kemarin dengan hasil dari Bareskrim, jadi tidak perlu diperpanjang,” kata Ketua DPP Partai Golkar Dave laksono, kepada Media Indonesia, Rabu (28/5).

Dave mengungkapkan persoalan ijazah tersebut seharusnya tidak perlu diperdebatkan.

Ia mengatakan lebih baik semua pihak fokus menangani persoalan yang penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Pak Jokowi telah selesai mengabdi kepada bangsa dan negara, hasil kinerja dan sumbangsihnya telah kita rasakan dan nikmati. Mari kita fokus akan pekerjaan ke depannya. Ini adalah pandangan pribadi saya,” katanya.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis survei nasional yang mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap isu dugaan pemalsuan ijazah Jokowi.

Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum 66,9% responden tidak percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazahnya.

Namun, Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, mencatat bahwa hanya basis pemilih Golkar yang menunjukkan pembelahan sikap yang signifikan.

“Basis Golkar, terbelah sama besar antara yang percaya dan tidak percaya. Setidaknya ada 45,4% basis partai Golkar percaya Jokowi memalsukan ijazah. Angka itu paling tinggi dibandingkan basis dari partai lain,” jelas Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya.

BACA JUGA  Kritik Tatanan Politik, Amien Rais Serukan Evaluasi Total Warisan Pemerintahan Jokowi

Kasus dugaan ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo menjadi salah satu kategori yang diukur oleh lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Survei tersebut menunjukkan sebanyak 66,9 persen tidak percaya mantan presiden Indonesia itu memalsukan ijazah.

Namun, survei yang dilakukan di basis partai politik menunjukkan hasil yang beragam.

Mayoritas basis partai politik tahu dan tidak percaya Jokowi memalsukan ijazah.

Setidaknya ada 45,4 persen basis partai Golkar percaya Jokowi memalsukan ijazah. Angka itu paling tinggi dibandingkan basis dari partai lain seperti PDIP yang hanya 25,6 persen yang percaya, PKS sebanyak 24,1 persen dan Gerindra sebanyak 12,5 persen.

Berdasarkan demografi dan wilayah, responden laki-laki mayoritas sangat percaya dan percaya terhadap kasus dugaan ijazah palsu Jokowi tersebut, yakni sebanyak 24,1 persen.

Dari kategori generasi antara Gen Z, milenial, Gen X dan Baby Boomers, mayoritas yang percaya dan sangat percaya adalah Gen Z dan Baby Boomers, yakni di angka yang sama 21,4 persen.

Menurut wilayah, etnis Sunda sangat percaya dan percaya dugaan Jokowi memalsukan ijazah. Angkanya mencapai 29,8 persen.

Disusul etnis Madura sebanyak 25,1 persen. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, yang paling banyak percaya dari kalangan masyarakat di tingkat SD ke bawah, yakni 20,5 persen.

Dari seluruh responden dari berbagai latar belakang, hanya 4,8 persen yang menyatakan sangat percaya, dan 14,3 persen yang percaya terhadap tuduhan tersebut.

BACA JUGA  Shihabudin : Bakal Ada 3 Pasangan Cabub - Cawabup di Pilkada Kulon Progo 2024 November Mendatang

Sementara itu, lebih dari dua kali lipatnya, yakni 43,1 persen menyatakan tidak percaya sama sekali, dan 23,8 persen menyatakan kurang percaya.

Kasus dugaan ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo menjadi salah satu kategori yang diukur oleh lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Survei tersebut menunjukkan sebanyak 66,9 persen tidak percaya mantan presiden Indonesia itu memalsukan ijazah.

Dari seluruh responden dari berbagai latar belakang, hanya 4,8 persen yang menyatakan sangat percaya, dan 14,3 persen yang percaya terhadap tuduhan tersebut.

Sementara itu, lebih dari dua kali lipatnya, yakni 43,1 persen menyatakan tidak percaya sama sekali, dan 23,8 persen menyatakan kurang percaya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *