Pembagian Daging Kurban di Temanggung Bebas Plastik, Bupati Agus Setyawan: Agar Wilayah Ini Bersih dan Sehat !

Pemerintah Kabupaten Temanggung, meminta masyarakat mengambil langkah hentikan sampah plastik sebagai terobosan dalam rangka mengurangi volume sampah kantong plastik dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.(foto/ist)

Temanggung, Proliman News – Di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban di Temanggung, Jawa Tengah tidak menggunakan pembungkus plastik untuk membagikan daging.

Panitia kurban kebanyakan menggunakan perkakas anyaman bambu atau besek, sarangan atau anyaman daun kelapa atau menggunakan keranjang bambu.

“Agar alami, maka pihak panitia menyiapkan daun pisang, daun jati, keranjang, besek, dan brongsong dari bilah bambu sebagai wadah penyaluran daging kurban kepada warga,” kata Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Jumat (6/6/2025).

Ia berharap upaya pelestarian alam dengan cara pengurangan sampah kantong plastik seperti ini dapat diikuti oleh masyarakat secara luas secara berkesinambungan.

Langkah ini diambil karena plastik merupakan bahan yang sulit diurai oleh tanah, sehingga berdampak pada terus bertambahnya volume sampah.

“Semoga langkah-langkah yang mendukung upaya pelestarian alam seperti ini dapat terus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Sehingga problem sampah di Kabupaten Temanggung perlahan terus berkurang,” katanya.

Seusai melaksanakan ibadah salat Idul Adha, Bupati Agus Setyawan kemarin menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Panitia Pelaksanaan Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Kurban 1446 Hijriah di Masjid Agung Darusallam.

Bupati juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Tahun 2025 untuk Kabupaten Temanggung berupa sapi jenis Limosin seberat 1,1 ton di Lingkungan Walitelon Selatan Kecamatan Temanggung.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Temanggung, meminta masyarakat mengambil langkah hentikan sampah plastik sebagai terobosan dalam rangka mengurangi volume sampah kantong plastik dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

BACA JUGA  Bupati Sudewo Menyebar Undangan untuk 50.000 Warga Pati Hadir di Pesta Air Mineral dan Pisang Pagi Ini

Para panitia kurban diminta menggunakan bahan-bahan alam seperti daun pisang, daun jati, keranjang, besek, dan brongsong dari bilah bambu sebagai wadah penyaluran daging kurban kepada warga.

Ini sebagai terobosan positif demi membantu menjaga upaya pelestarian lingkungan alam secara berkelanjutan. Sehingga, hal ini rencananya akan dilakukan secara rutin di tahun-tahun selanjutnya.

“Ini baru pertama kali kami lakukan. Sebagai pengganti wadah kantong plastik, kami menyediakan ratusan keranjang bambu beralas daun pisang dan daun jati untuk wadah penyaluran daging kurban,” kata seorang warga.

Hal serupa juga dilakukan panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Darusallam Temanggung. Di tempat ini, pihak panitia juga beralih menggunakan wadah berbahan dasar alam pengganti kantong plastik.

Beberapa hari sebelumnya Pemda Kabupaten Temanggung mengeluarkan himbauan agar Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 di Temanggung, Jawa Tengah, dipastikan bebas sampah plastik.

Hal itu sebagai wujud nyata dari dukungan Pemerintah Kabupaten Temanggung terhadap program Indonesia Bebas Sampah, serta Temanggung Bersih dan Sehat.

“Seluruh elemen warga masyarakat. Baik itu di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, sekolah, takmir masjid, hingga panitia penyembelihan dan penyaluran hewan kurban telah kami imbau untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat pembagian hewan kurban,” ujar Agus kepada wartawan.

Ia meminta panitia kurban mengganti kantong plastik dengan menggunakan wadah alternatif ramah lingkungan.

BACA JUGA  Jalur Pantura Kaligawe - Sayung Semarang Kembali Direndam Banjir Setinggi Hampir Satu Meter

Mereka juga diminta menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang terpilah di lokasi penyembelihan hewan kurban, maupun tempat pelaksanaan ibadah.

“Kami juga meminta agar tidak membuang limbah ke sungai dengan anjuran membuat lubang penimbunan tanah. Terkait wadah alternatif pengganti kantong plastik bisa menggunakan besek, keranjang bambu, brongsong, daun pisang, daun jati, atau wadah lain yang bisa digunakan kembali setelahnya,”ujarnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *