Kulon Progo, Proliman News – Jalan poros tengah Srikayangan – Tuksono di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, kini sudah tidak berlubang-lubang.
Dua hari kemarin, Polsek Sentolo dibantu masyarakat akhirnya melakukan pengurugan semua lubang di jalur tersebut dengan sirtu dan digilas alat berat.
Penanganan darurat ini dilakukan karena Pemda Kulon Progo tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki jalan ini sekarang,
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko berjanji jalan ini baru akan diusulakan pembangunannya nanti pada anggaran tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulon Progo, Didik Wijanarto, mengatakan penutupan lubang di jalanan tersebut dilakukan secara gotong royong.
Material untuk menutup lubang di jalanan memakai bantuan dari pihak lain yang diupayakan oleh Polsek Sentolo, sedang alat berat dibantu Dinas PU Kulon Progo.
“Karena memang kami tidak punya (anggaran). Kami hanya membantu pemadatan dengan alat baby roller,” kata Didik saat dikonfirmasi, Kamis, 19 Juni 2025.
Material untuk menutup lubang jalan menggunakan bantuan pihak ketiga atau corporate social responsibility (CSR) yang diupayakan oleh Polsek Sentolo.
“Polsek Sentolo melibatkan diri mencari bantuan pihak ketiga untuk perbaikan sementara infrastruktur jalan yang jadi akses warga tersebut,” kata Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko.
Ia mengatakan sebanyak 11 dump truk material berupa batuan berpasir yang diperoleh digunakan menutup jalan berlubang itu.
Penutupan lubang jalan dilakukan secara gotong royong warga bersama perangkat setempat.
Sebelumnya aksi protes warga di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial.
Puluhan pohon pisang ditanam di jalanan berubang sebagai bentuk protes buruknya akses jalanan yang tak kunjung diperbaiki.
Setidaknya ada sekitar 27 pohon pisang ditanam di jalanan itu. Masyarakat juga mengkritik kinerja pemerintah yang tak peka dengan kondisi infrastruktur, seperti disebut sibuk mengurusi program batik hingga disebut mencari aman.
Liputan : Suyono Sugondo



