Yogyakarta, Proliman News – Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mempererat hubungan kerja sama internasional di bidang seni melalui rangkaian program bersama Melbourne Symphony Orchestra (MSO). Berlangsung mulai tanggal 12 hingga 16 Juli 2026, kolaborasi ini tidak sekadar menyuguhkan seni pertunjukan, melainkan fokus pada penguatan kapasitas dan ruang belajar para pelaku budaya lokal.
Program berskala internasional ini merupakan wujud nyata dari hubungan kerja sama provinsi kembar (sister province) yang telah terjalin lama antara DIY dengan Negara Bagian Victoria, Australia.
Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Disbud DIY, Rully Andriani, dalam jumpa pers di Taman Budaya Yogyakarta pada Minggu (12/7/2026), menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini sangat padat. Kemitraan diisi dengan berbagai program edukatif seperti Youth Music Camp, Arts Management Workshop (AMW), Music Composition Workshop (MCW), hingga pentas pertunjukan dan konser kolaborasi.
Rangkaian Kegiatan Kegiatan MSO di Yogyakarta
Agenda kegiatan ini dibuka dengan pementasan bertajuk Pentas Ruwat Ruwet di Taman Budaya Yogyakarta. Pertunjukan pembuka ini digarap oleh tim terbaik dari Arts Management Workshop tahun 2025 yang telah melewati masa pendampingan dan supervisi intensif selama kurang lebih delapan bulan oleh tim MSO bersama Disbud DIY.
Setelah pentas pembuka, rangkaian kegiatan berlanjut ke kawasan Kaliurang, Sleman pada 13–15 Juli 2026 untuk menggelar Youth Music Camp serta Arts Management Workshop. Di saat bersamaan, agenda Music Composition Workshop juga dilaksanakan selama dua hari (13–14 Juli) lewat kerja sama dengan Art Music Today.
Puncak dari seluruh perayaan ini sekaligus menjadi momen istimewa bagi kedua belah pihak. Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo, mengungkapkan bahwa Konser Kolaborasi yang akan digelar pada 16 Juli 2026 di Universitas Sanata Dharma menjadi penanda genapnya satu dekade (10 tahun) kemitraan harmonis antara MSO dan Disbud DIY.
”Kami ingin merayakan perjalanan satu dekade kolaborasi sekaligus menunjukkan bagaimana program ini memungkinkan kita saling memahami budaya dengan lebih mendalam dan menginspirasi setiap individu untuk menjadi manusia yang lebih baik melalui laku seni,” ujar Suzanne.
Konser puncak tersebut nantinya melibatkan musisi profesional dari MSO yang akan tampil bersama 25 talenta muda berbakat lulusan Youth Music Camp. Para pemuda ini berhasil lolos seleksi ketat dari total hampir 80 pendaftar.
Selain sebagai puncak perayaan kemitraan dengan Australia, Konser Kolaborasi pada 16 Juli mendatang juga dicanangkan sebagai gong pembuka dimulainya Bulan Warisan Dunia DIY.
Disbud DIY memanfaatkan momentum ini sebagai ruang untuk merayakan, mempromosikan, serta melestarikan warisan budaya Yogyakarta yang telah diakui oleh UNESCO. Sepanjang Bulan Warisan Dunia, masyarakat dan wisatawan akan disuguhi berbagai program edukasi, pameran, festival, hingga pertunjukan seni yang melibatkan partisipasi aktif publik.
Melalui program terintegrasi dari hulu ke hilir ini, mulai dari manajemen proyek seni hingga eksekusi pementasan Head of Operations MSO, Callum Moncrieff, berharap ilmu yang dibagikan selama pelatihan mampu membekali para penggiat seni lokal agar bisa terus menciptakan proyek budaya yang berdampak luas dan berkelanjutan di masa depan.
Liputan: Galang Andika Pratama



