Disentil Agar Tidak Menyeret NU ke Panggung Politik Pilkada Kulon Progo 2024, Gus Ulin: Alhamdulillah Saya Istiqomah

H. Muhammad Ulinnuha (Gus Ulin) sendiri mengaku mengusung tagline Kulon Progo HEBAT yakni (Handarbeni, Emansipatif, Berani, Amanah, Taqwa).(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah tokoh mengaku risih dengan kencangnya pemberitaan media tentang sosok-sosok kandidat calon bupati – wakil bupati yang akan ingin berkompetisi di Pilkada Kulon Progo 2024 memaksa berlindung di bawah lembaga Nahdlatul Ulama (NU).

Apalagi para kandidat calon bupati – wakil bupati tersebut menyatakan diri sebagai representasi NU. Dengan adanya pengumpulan tandatangan dukungan yang mengatas namakan 12 Majelis Wakil Cabang NU, misalnya.

“Tindakan tersebut tidak sesuai dengan kaidah peraturan perkumpulan organisasi Nahdlatul Ulama,” ujar Ketua Pengurus Cabang Ansor Kulon Progo, Mufti Amri dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat ( 12/7/2024).

Karena sejak awal berdirinya NU merupakan organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan (jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah) bukan organisasi politik dengan orientasi kekuasaan.

Meski harus diakui, bahwa kiprah para kiai NU dalam percaturan politik dari dulu hingga sekarang dibutuhkan masyarakat dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, meneguhkan NKRI, menjaga stabilitas negara, dan mewujudkan kesejahteraan.

Hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Pondok Pesantren Al- Munawwir Krapyak, Yogyakarta

Mengutip hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Pondok Pesantren Al- Munawwir Krapyak, Yogyakarta ada 9 keputusan yang menjadi dasar politik :

1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD1945;

2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integrasi bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat.

BACA JUGA  Persatuan Remaja Masjid Al-Ma'ruf Klayonan Premak Gelar Bazar Ramadhan Al-ma'ruf 2025

3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama.

4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral, etika dan budaya yang berketuhanan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi persatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil sesuai dengan peraturan dan norma-norma yang disepakati, serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama.

6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional, dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaqul karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apapun tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan.

8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga Nahdlatul Ulama harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadhu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga dalam berpolitik itu tetap dijaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan.

BACA JUGA  KH Zamroni: Qurban Bukan Soal Dagingnya, Tetapi Ketakwaannya

Bahwa iklim politik jelang Pilkada Kulon Progo 2024 sampai dengan saat ini masih sangat dinamis terkait kemunculan calon bupati dan atau wakil bupati.

Ditambahkan, warga NU memang patut berbangga dan berbangga karena ada nama-nama warga NU yang saat ini juga telah berproses diberbagai partai politik, menyatakan diri sebagai kandidat calon bupati – wakil bupati seperti Noor Haris, Yusron Martofa, Fitroh Nurwijoyo Legowo, Rania Heemy Atika dan  Muhammad Ulinnuha karena semuanya merupakan putra-putri NU yang selama ini sudah berkiprah baik di lingkungan NU ataupun di luar NU dan berkhidmat untuk masyarakat Kulon Progo.

“ Namun tidak elok jika kemudian menyeret NU dalam kancah politik praktis seolah-seolah NU ikut berkontestasi hingga menimbulkan gesekan untuk kepentingan perebutan kekuasaan,” ujar Syamsul Maarif dari Gerakan Muda Nusantara.

Ia mengatakan, melalui siaran pers ini semua warga NU yang sedang berproses untuk turut dalam kontestasi Pilkada Kulon Progo 2024, diminta untuk wening dan tidak menggunakan institusi NU sebagai payung politik.

H. Muhammad Ulinnuha Bakal Calon Wakil Bupati Kulon Progo

Sementara, salah satu warga NU yang kini menjadi kandidat wakil bupati di PKB Kulon Progo, H. Muhammad Ulinnuha menyatakan alhamdulillah dirinya tetap istiqomah menjaga martabat NU.

Ulinnuha yang juga Wakil Ketua Hukum dan HAM PW Ansor DIY dan Pengurus PCNU Kulon Progo dan alumnus santri Pondok Pesnatren Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri ini justru meminta semua warga mengingatkannya jika ada langkah yang melenceng.

“Saya berterimakasih kepada semua pihak terutama warga NU yang senantiasa menegur jika ada langkah pribadi saya yang melenceng,” kata Ulinnuha cucu almarhum KH Abdurrohim Al Hafidz seorang ulama sepuh yang senantiasa konsisten belajar dan mengajar Al Quran di Kulon Progo dan Purworejo, ini.

BACA JUGA  Inilah Hafiz Mahendra Sopir Ugal-ugalan Melawan Arus Menabrak Sejumlah Kendaraan di Ancol

Ia menyambut baik masukan berbagai pihak akan pentingnya akhlaqulkarimah sebagai landasan bersama dalam mencermati perkembangan dinamila politik jelang Pilkada Kulon Progo.

“Saya juga berharap saat ini, warga NU tidak gagap, ora gumunan, ora kagetan, atau tidak baper dan mudah terprovokasi atas informasi yang belum tentu kebenarannya, apalagi dalam melihat dinamika NU,” ujarnya.

Ulinnuha menambahkan, saat ini semua kontestan Pilkada Kulon Progo 2024 sedang berupaya untuk menampilkan performa terbaiknya bagi masyarakat Kulon Progo dan berjuang dalam ruang dan dimensi masing-masing secara sportif dan dinamis sambil menunggu surat rekomendasi dari pimpinan pusat masing-masing partai politik.

“Sehingga sangatlah tidak elok dan terkesan saru atau nggegemongso kalau kemudian menstempelkan diri sebagai satu-satunya calon dari NU, karena faktanya ada beberapa kandidat yang ikut kontestasi Pilkada Kulon Progo 2024,”ujarnya.

H. Muhammad Ulinnuha (Gus Ulin) sendiri mengaku8  mengusung tagline Kulon Progo HEBAT yakni (Handarbeni, Emansipatif, Berani, Amanah, Taqwa).

Ia mengajak kepada seluruh Masyarakat Kulon Progo dan khususnya warga NU untuk bersabar sampai rekomendasi dari partai politik turun dengan tetap mengikuti dinamika politik dengan santun, bijaksana, asyik, dan full senyum agar kita mampu tetap menjaga kebersamaan dengan mengawal dan taat dengan garis organisasi sebagai kontribusi nyata NU Kulon Progo untuk mewujudkan Kulon Progo Hebat.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *