Bupati Pati Sadewo: Saya Tidak Menantang Rakyat, Tetapi Bahwa Keputusan Menaikan Pajak Itu Sudah Tepat !

“Itu bukan menantang rakyat, mosok rakyat kok ditantang. Itu penegasan, silahkan demo.Pemerintah tidak melarang demo,” katanya.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Bupati Pati Jawa Tengah, Sadewo akhirnya memberikan klarifikasi terhadap pernyataannya yang menyulut amarah rakyat.

Bahwa statemennya tentang, silahkan demo 5000 orang 50.000 orang, tidak takut, tidak akan mundur dan tidak gentar, dengan nama emosional.

“Itu bukan menantang rakyat, mosok rakyat kok ditantang. Itu penegasan, silahkan demo.Pemerintah tidak melarang demo,” katanya.

Maka memberikan klarifikasi, dan berulang kali menyatakan bahwa dengan pernyataannya itu ia tidak berniat menantang rakyatnya.

Bahwa kemarin menyatakan silahkan demo, 500 orang 50.000 orang tidak takut, tidak akan mundur dan tidak genta, itu dianggapnya sebagai kalimat penegasan. Bahwa silahkan demo.

“Itu untuk menegaskan, bahwa saya tidak melarang demo, silahkan demo mau 5000 orang mau 50000 orang. Saya tidak menantang rakyat, masak rakyatnya kok di tantang,” ujarnya.

Pernyataan itu juga dimaksukan hanya untuk menegaskan bahwa keputusannya  menaikkan pungutan Pajak Bumi Bangunan – Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen itu sudah bulat sudah tepat. Demi pembangungan kepada rakyat.

Itu artinya ia tidak akan bersedia mencabut keputusannya menurunkan atau mengembalikan pungutan PBB-P2 seperti semula, dan tetap menganggap keputusan itu tepat.

“Jadi saya tidak menantang rakyat, mosok rakyat saya tantang, bahwa itu hanya keputusan, bahwa ini keputusan (menaikkan pungutan PBB – P2, red) yang tepat. Kalau mau demo silahkan mau penggalangan dana silakan,” tegasnya.

BACA JUGA  Pidato Bupati Pati Sadewo Bikin Miris Warganet Narasinya Seperti Ketua Gengster, Masihkan Ia Bisa Bertahan ?

Sedang menyinggung soal kericuhan saat Satpol PP menggaruk semua bantuan masyarakat yang dikumpulkan relawan untuk logistik demo tanggal 13 Agustus 2025, itu karena tempat itu harus dibersihkan.

“Tetapi yang kemarin (ricuh warga versus Satpol PP) ditertibkan itu karena besuk itu akan ada prosesi kirab, boyongan dan dia (relawan penumpul logistik demo) berada di suatu tempat yang disitu menganggu itu,” paparnya.

Dan sekali lagi dari pihak pemerintah yakni Satpol PP tidak menalakukan tindakan anarkis tidak melakukan kekerasan sama sekali. Kata-kata kasar saja tidak ada.

Tetapi kejadian ini diframing sedemikian rupa hingga seluruh Indonesia seolah-olah Kabupaten Pati mencekam.

“Kan sangat sayang kasihan rakyat Kabupaten Pati, investor akhirnya berpikir ulang untuk masuk Pati. Jadi dampaknya ini besar maka saya minta saya mohon semua elemen masyatakat Kabupaten Pati tahan diri berpikir ulang,” katanya.

Ia menekankan, pihaknya tidak melarang demo silahkan demo. Pemda Pati tidak melarang demo, sebagaimana dirilis melalui tayangan video media sosial Info Seputar Pati.

Sayangnya dalam video tersebut Bupati Sadewo tidak terbersit sedikitpun keinginan untuk meminta maaf kepada rakyat atau setidaknya memperlihatkan mimik bersalah atas statemennya atau atas insiden warga versus Satpol PP.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *