Delapan Lurah di Kapanewon Wates Desak BBWSO Lakukan Pembangunan Tanggul Sungai Serang, Bahaya !

Delapan Lurah di Kapanewon Wates, Kulon Progo dan perwakilan warga mendesak dilakukannya normalisasi dan pembangunan tanggul Sungai Serang yang melintasi wilayah Kapanewon Wates. (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Delapan Lurah di Kapanewon Wates, Kulon Progo dan perwakilan warga mendesak dilakukannya normalisasi dan pembangunan tanggul Sungai Serang yang melintasi wilayah Kapanewon Wates.

Tokoh masyarakat, Sendy Yulistya mengatakan normalisasi dan perbaikan tanggul Sungai Serang mendesak karena kerusakan talud sering mengakibatkan banjir dan berujung kecelakaan lalu lintas di jalan kabupaten sepanjang pinggir Sungai Serang wilayah Triharjo, Wates, Kulon Progo.

“Disini ini tanggulnya tergerus, ada banjir air meluap, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Sendy saat bersama Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD DIY meninjau sejumlah titik lokasi tanggul Sungai Serang yang tergerus di wilayah Triharjo, Wates, Kulon Progo, Senin, (25/8/2025).

Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifudin mengatakan beberapa para wakil rakyat Kulon Progo, Kepala OPD terkait dan para lurah sudah berulang kali mengajukan permohonan normalisasi dan pembangunan talud Sungai Serang namun belum ada tindak lanjut.

“Kalau sampai tanggul Sungai Serang jebol, akibatnya fatal. Delapan kalurahan di Kapanewon Wates terendam. Usulan normalisasi dan perbaikan tanggul Sungai Serang tidak pernah direspon BBWSSO. Tinjauan lapangan bahkan menggunakan drone juga sering dilakukan, tapi hingga saat ini tak pernah ada tindaklanjut perbaikan,” kata Aris.

Anggota Komisi C DPRD DIY, dari Dapil Kulon Progo, Lilik Syaiful Ahmad optimis pihak BBWSSO serius memperhatikan sekaligus menindaklanjut apa yang menjadi aspirasi delapan lurah di Kapanewon Wates khususnya tentang normalisasi dan perbaikan tanggul Sungai Serang.

BACA JUGA  Jika Tiga Bulan Ini Ganti Rugi Tidak Cair Warga Karangwuni Wates Kulon Progo Menyatakan Menolak Proyek JJLS

Menurut Lilik, saat ini BBWSSO telah melakukan kinerja yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2/ 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

Dikatakan Lilik, untuk mendukung swasembada pangan, banyak anggaran digelontorkan ke DIY.

“Rp 20 miliar yang turun di jalur Kalibawang sudah turun dan sudah dilakukan pekerjaan di beberapa titik seperti di depan GOR Cangkring dan Padukuhan Gotakan, Kalurahan Giripeni, Wates serta di wilayah Kapanewon Kalibawang juga sudah banyak yang dibangun. Mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi delapan lurah di Kapanewon Wates segera ditindaklnjuti dan terealisasi,” kata Lilik dari Fraksi Partai Golkar DPRD DIY.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) tidak lagi menunda melakukan normalisasi, dan membangun talud Sungai Serang yang berpotensi jebol mengakibatkan sejumlah wilayah di Kapanewon Wates terendam banjir.

“Tentu kami Komisi C DPRD DIY akan mengawal aspirasi delapan Lurah di Kapanewon Wates. Apalagi beberapa titik tanggul Sungai Serang saat ini sudah tergerus dan terancam jebol. Kami yakin BBWSSO akan memprioritaskan aspirasi delapan Lurah di Kapanewon Wates ini,” kata Amir.

Pelaksana Kegiatan OP Progo Opak Serang, Imam Bagus menjelaskan pada 2025 sudah ada beberapa kegiatan di Sungai Serang namun baru di wilayah Kapanewon Temon dan Pengasih.

BACA JUGA  Alhamdulillah Tidak Hujan Sedikitnya 4000 Orang Ikuti DPRD Kulon Progo Bersholawat Minggu Malam

“Untuk lokasi di Kapanewon Wates akan kami inventarisasi dulu. Usulannya seperti apa?” ujarnya.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *