Haikal Akhirnya Terselamatkan Setelah Tiga Hari Tertimbun Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny

Diperoleh informasi bahwa Haikal telah lebih dari 48 jam Haikal bertahan di bawah reruntuhan, tubuhnya terjepit beton, napas tertahan debu, tapi suaranya masih terdengar meminta tolong.(foto/ist)

Surabaya, Proliman News – Runtuhnya bangunan empat lantai di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur memberikan keyakinan bahwa hidup mati ada ti tangan Tuhan.

Ini yang terjadi pada Haikal salah satu santri yang telah lebih dari 48 jam tertimbun reruntuhan bangunan namun masih hidup dan terevakuasi.

Diperoleh informasi bahwa Haikal telah lebih dari 48 jam Haikal bertahan di bawah reruntuhan, tubuhnya terjepit beton, napas tertahan debu, tapi suaranya masih terdengar meminta tolong.

“Tolong…”

Tim SAR yang menemukannya bergerak cepat dan tak henti-hentinya memberi semangat dan harapan kepadanya agar ia kuat serta bertahan.

Mereka terus melakukan komunikasi, memberi makanan, dan air.

Meski sakit dan dalam kondisi yang sulit, Haikal rupanya tidak putus asa.

Suaranya jelas terdengar ia merintih saat ditarik keluar, bahkan ia teriak kesakitan. Ia benar-benar bertahan.

Setelah berbagai cara dilakukan Tim SAR akhirnya Rabu (1/10/ 2025) pukul 15.10 WIB Haikal berhasil diselamatkan dari reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo.

Dokter langsung merawatnya, melakukan rontgen menyusul untuk memastikan kondisi tubuhnya.

Dari bawah puing-puing itu, satu nyawa terselamatkan. Haikal, memberi pesan bahwa hidup mati ada di tangan Tuhan, kita hanya bisa berdoa, memohon pertolonganNya.

Liputan : Reinaldy Dwi/Berbagai Sumber

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Jokowi Digugat Karena Gagal Memproduksi Mobil Esemka Sejumlah Sumber Mengatakan Pabrik Masih Produksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *