Solo, Proliman News – Benarkah mobil Esemka tidak diproduksi, sehingga mobil yang dulu ditawarkan sebagai mobil nasional oleh Presiden Jokowi itu dianggap gagal ?
Sehingga kemarin Aufaa Luqmana pemuda umur 19 tahun menggugat Jokowi karena dinilai wanprestasi dalam hal produksi mobilEsemka ?
Sejumlah sumber menyatakan sampai hari ini Rabu (9/4/2025) pabrik mobil Esmeka masih berjalan sebagaimana biasa.
Ada 150 orang pekerja yang terus merakit mobil di pabrik mobil Esemka Desa di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Karanganyar, Jawa Tengah.
Terlihat dari luar pabrik perakitan mobil Esemaka itu memang sepi, tetapi ketika didekati masih banyak pekerja melakukan aktivitas sebagaimana biasa.
Liputan ini dilakukan, seusai ada gugatan kepada Presiden ke7 Jokowi yang dilayangkan oleh Aufaa Luqmana terkait gagalnya produksi mobil Esemka.
Pantauan di lokasi menunjukkan hanya beberapa orang yang terlihat keluar masuk area pabrik.
Seorang petugas keamanan yang berjaga mengungkapkan kepada wartawan bahwa Manajer Pabrik beserta sejumlah staf pabrik sedang berada di Jakarta.
“Kemarin (Selasa) berangkat ke Jakarta, tidak tahu kapan baliknya, soalnya kan tidak tahu urusannya selesai kapan,” jelasnya.
Meski demikian, petugas keamanan tersebut memastikan bahwa kegiatan di dalam pabrik masih berjalan.
“Masih, kalau mau beli juga bisa langsung datang ke tim penjualan, kalau penjualan masih ada,” bebernya.
Ia memperkirakan jumlah karyawan pabrik sekitar 150 orang dan masih bekerja seperti sedia kala.
Sedang Kepala Desa Demangan, Rosyid Setyawan mengatakan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) sewa lahan untuk pabrik berjangka waktu 30 tahun dengan kajian ulang setiap 5 tahun.
Ia juga menyebutkan bahwa ada sekitar 10 warga desanya yang bekerja di pabrik Esemka.
“Tetangga saya kebetulan ada yang di dalam, katanya ya masih beroperasi, tapi saya tidak tahu beroperasi seperti apa,” katanya.
Liputan : Mas Iwan



