Tri Wibowo: BUKP Wates Kok Masih Aktif Masih Ada Komputer Printer Pegawai Masih Gajian Juga ?

Kamis (16/10/2025) siang tiga pengurus Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates, melakukan kunjungan mendadak di Kantor BUKP Wates di Bendungan, Kulon Progo.(foto/Tri)

Kulon Progo, Proliman News – Kamis (16/10/2025) siang tiga pengurus Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates, melakukan kunjungan mendadak di Kantor BUKP Wates di Bendungan, Kulon Progo.

Ketiganya adalah Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates Elisabet Meilita, Wakil Ketua Tri Wibowo, dan Sekretaris Andre Irawan.

Kunjungan mendadak ini untuk membuktikan atas informasi publik bahwa setelah digeledah Kejaksaan Negeri Kulon Progo beberapa waktu lalu, BUKP Wates masih beroperasi sebagaimana biasa.

“Saya sempat basa-basi tanya ke salah satu pegawai BUKP Wates namanya Pak Sulistyo, kok masih pada buka trus gajian apa tidak,” ujar Tri Wibowo, Wakil Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates.

Rupanya, Sulistyo menjawab kalau masih gajian dari hasil penarikan angsuran kredit, padahal uang yang di kreditkan kan uang penabung.

“Saya tanya lagi, penabung saja mau minta uangnya tidak bisa kok angsuran kredit malah digunakan buat gajian  pegawai BUKP,” tanya Tri Wibowo, tidak mendapat respon.

Siang tadi, dua pegawai BUKP Wates duduk di depan komputer 1 orang di ruang depan dan 1 di dalam ruangan belakang.

Yang ada di dalam ruang belakang Bu Tenti, Kepala BUKP Wates. Berkas-berkas di rak ruang belakang cuma ada beberapa file box.

Komputer dan printer sudah ada disana. Tidak tahu ini komputer baru atau komputer lama yang semula diambil Kejaksaan Negeri Kulon Progo. Tapi ada komputer.

BACA JUGA  60 Orang Warga Kulon Progo Kena Tipu Investasi Bodong ROBD Global Indonesia, Uang Mereka Melayang

Sementara berkas cuma ada beberapa , ada aktifitas ngeprint juga.

Kenapa belum ada yang diambil dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan korupsi dari sekian orang pengelola BUKP Wates?

“Mungkin karena belum saja. Tetapi yang bikin jadi ganjalan kok masih aktif dan mereka masih gajian dari hasil penarikan tagihan kredit, sedangkan uang nasabah tak kunjung ada kejelasan,” ujar Tri Wibowo.

Bilyet punya Pak Senen yang semula diambil BUKP Wates  belum di kembalikan dan uangnya belum cair. Sama seperti deposito milik Eka Yuni juga belum cair depositonya meski bilyetnya sudah diambil BUKP Wates.

Kalau bermasalah kenapa ngga di segel atau di kasih policeline ya ?

Tujuan kedatangan ketika pengurus paguyuban itu kali ini karena penasaran setelah penggeledahan, berkas-berkas dibawa kejaksaan tetapi kok masih aktifi masih terlihat berjalan normal.

“Kenapa kok tidak di segel dan mereka gajian. Saya tidak habis pikir kok bisa karyawan BUKP masih enak-enakan kerja dan gajian, sedangkan nasabah kesulitan keuangan kok ngga menerima uang dari hasil tabungannya,” tandasnya.

Ditulis oleh : Tri Wibowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar

  1. Aneh sih. Etiket mengembalikan tidak ada. Malah buat gaji an sendiri. Kayak ngrampok uang masyarakat kecil. Yakin. Bukp wates ini.