Gagasan Pembangunan Rumah Sakit di Kulon Progo Utara Harus Terus Didorong Bisa Masuk Muhammadiyah atau NU

Gagasan pembangunan Rumah Sakit Besar di wilayah Kulon Progo Utara harus terus didorong.(dok)

Kulon Progo, Proliman News – Gagasan pembangunan Rumah Sakit Besar di wilayah Kulon Progo Utara harus terus didorong.

“Kami dukung penuh. Kami mendukung sepenuhnya,” kata Ketua DPD Partai NasDem Kulon Progo, Nasib Wardoyo, Kamis (16/10/2025).

Tetapi ia meminta tidak perlu ada dikotomi pembangunan infrastruktur di Kulon Peogo selatan dan uara, lanjutnya.

Nasib Wardoyo mengajak semua komponen memberi pemahaman bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini diruang manapun tidak boleh ada dikotomi utara selatan, timur barat atau atas bawah.

Yang perlu kita sampai kan bahwa pembangunan haruslah menyeluruh dan komprehensif, untuk kemajuan rakyat.

Kemudian ketika gagasan itu tidak mungkin diampu oleh APBD Kulon Progo, maka perlu  berkolaborasi dengan pihak lain, pihak swasta dalam bentuk investasi.

“Kalau perlu semua tokoh masyarakat membangun komunikasi dengan Muhammadiyah atau NU yang kini juga bergerak di sector Rumah Sakit,” kata Anggota Komisi B DPRD Kulon Progo ini.

Ia juga membenarkan bahwa usulan pembangunan Rumah Sakit Besara di Kulon Progo Utara yakni di wilayah Dekso sudah direkomendasi cukup lama oleh Komisi B DPRD Kulon Progo.

Tetapi sampai saat ini usulan tersebut tetapi tidak tersentuh karena anggaran pembangunan Rumah Sakit Besar, APBD Kulon Progo susah merespon.

Kalau sekarang masyarakat konon bahkan sudah menyodorkan lahan tanahnya seluas 10 hektar maka ini perlu segera disambut.

BACA JUGA  Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates - Galur Datangi DPRD Kulon Progo, Bambang Tri: Kami Tidak Punya Kewenangan !

“Silahkan Pemda Kulon Progo atau masyarakat membuat Tim Investasi Rumah Sakit Besar, karena yang penting ada rumah sakit dan mencukup kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Nasib Wardoyo mengatakan, siap mendukung tetapi harus ada kajian teknis, sosiologis, secara jujur dan mendalam. Karena kalau pembangunan tidak dikaji betul, nanti jadi bangunan mangkrak.

“IPL penting, karena sudah banyak contoh pembangunan di Kulon Progo yang tidak lebih dulu dikaji sekarang mangkrak, padahal sudah puluhan milyar bahkan ratusan milyar nggak bisa dimanfaatkan. Ada pembangunan amfiteater, pelabuhan Tanjung Adikarto, rest area, dan sebagainya. Dikaji betul, dan tidak dimanipulasi kajian nya,” ujarnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *