Magelang, Proliman News – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah – DIY terus meningkat.
Pagi tadi Gunung Merapi meluncurkan dua kali awan panas dan tiga kali guguran lava pada pukul 00.00 – 06.00 WIB, Senin (3/11/2025).
Guguran lava dan awan panas teramati meluncur ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum masing-masing 1.800 meter dan 1.500 meter.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis data kegempaan menunjukkan suplai magma dari perut gunung masih berlangsung.
Selain itu Gunung Merapi juga terjadi peningkatan frekuensi gempa guguran dan awan panas.
Gempa Awan Panas Guguran Terjadi 2 kali dengan amplitudo tinggi (68-73 mm). Gempa Guguran Tercatat 34 kali.
Kemudian, Gempa Hybrid/Fase Banyak Tercatat 19 kali, mengindikasikan pergerakan fluida di dalam tubuh gunung.
Dengan aktivitas ini, Status Gunung Merapi pada Siaga Level III.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di area potensi bahaya.
Untuk daerah bahaya yang harus diwaspadai adalah Sektor Barat Daya, dimana Bahaya guguran lava dan awan panas dapat menjangkau Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Selanjutnya pada Sektor Tenggara Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Lontaran Material Eksplosif: Berpotensi menjangkau radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.
Liputan : Suyono Sugondo



