Kulon Progo, Proliman News – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kulon Progo resmi melakukan penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum masa bakti 2025–2029.
Proses ini digelar menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Desember 2025 mendatang.
Agenda diharapkan menjadi momentum lahirnya pemimpin olahraga yang visioner, inklusif, dan berintegritas.
Tim Penjaringan dan Penyaringan diketuai Sujiran, dengan Heru Sarjana sebagai sekretaris, serta anggota Anung Marganto, Nurtanto, dan Margono.
Tim ini bertugas memastikan seluruh proses pencalonan berlangsung objektif dan transparan.
“Penjaringan ini bukan sekadar tahapan administratif, tetapi bagian dari komitmen KONI untuk memastikan pemimpin yang terpilih benar-benar memahami dinamika dan kebutuhan pembinaan olahraga di Kulon Progo,” ujar Sujiran, saat ditemui di Kantor Advokat AMR Jalan Brigjend Katamso No. 24, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (10/11/2025).
Penjaringan berlangsung dari 10 November – 10 Desember 2025. Pendaftaran bakal calon dibuka pada 21–24 November 2025 di Sekretariat KONI Kulon Progo setiap hari kerja pukul 09.00–14.00 WIB.
Pemeriksaan dan verifikasi berkas dilakukan 25–27 November 2025, sedang pengumuman dilakukan pada 28 November 2025, bertepatan dengan masa sanggah dan klarifikasi.
Calon yang memenuhi syarat akan diumumkan 5 Desember 2025, dan laporan akhir hasil kerja tim diserahkan kepada Panitia Musorkab pada 10 Desember 2025.
Sesuai ketentuan terbaru, setiap bakal calon Ketua Umum wajib memperoleh dukungan tertulis dari sekurang-kurangnya 30 persen cabang olahraga (cabor) anggota KONI Kulon Progo yang memiliki hak suara sah yakni cabor yang masa baktinya masih berlaku hingga Desember 2025.
Setiap cabor hanya dapat memberikan dukungan kepada satu calon Ketua Umum. Bila ditemukan dukungan ganda, dukungan tersebut dinyatakan tidak sah dan tidak diperhitungkan.
Verifikasi administratif dan faktual atas dukungan dilakukan langsung oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan.
“Kami ingin semua proses berjalan transparan, fair, dan bisa dipertanggungjawabkan. Prinsipnya, siapa pun yang maju, harus mendapat legitimasi kuat dari cabang olahraga,” tegas Sujiran.
Musorkab KONI Kulon Progo 2025 diharapkan menjadi momentum regenerasi kepemimpinan serta penguatan tata kelola olahraga di Bumi Binangun menuju prestasi yang lebih kompetitif di tingkat DIY dan nasional.
Liputan: Anung Marganto



