Purworejo, Proliman News – Tsunami setinggi lebih dari 10 bakal menerjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Tsunami setinggi itu berpotensi terjadi pasca gempa megathrust, dan bakal menyapu seluruh wilayah pesisir selatan di kecamatan Purwodadi, Ngombol, dan Grabag, Kabupaten Purworejo.
Demikian Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Dede Yeni Iswantini pada Jumat (23/8), dikutip sejumlah media.
Untuk mengantisipasi peristiwa tersebut tercatat sebanyak 24 Early Warning System (EWS) yang sudah dipasang untuk peringatan saat terjadi tsunami.
EWS tersebut menurut Dede, setiap tanggal 26 selalu diujicobakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk yang berada di Purworejo.
Di Purworejo, saat ini ada tiga EWS yang kurang berfungsi dengan baik, salah satunya milik Pemprov Jateng.
“Yang tidak berfungsi ada di Desa Girijoyo dan Desa Malang di Ngombol, saat ini sedang diperbaiki secara bertahap,” ujarnya.
Dede menyatakan, pihak BMKG sudah mengingatkan agar di pesisir pantai selatan ada bangunan bertingkat yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri saat terjadi tsunami.
Dijelaskan, peringatan tsunami dilakukan dalam hitungan 20 menit pertama setelah gempa, kemudian 20 menit selanjutnya.
Waktu tersebut, kata Dede, dapat dilakukan warga untuk menyelamatkan diri sebelum tsunami menerjang.
Terkait dengan hal tersebut, Dede menghimbau masyarakat khususnya yang berada di pesisir pantai selatan agar jangan abai, tetapi juga tidak perlu lebay.
“Kita tidak boleh abai karena bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Tapi kita juga jangan lebay atau berlebihan dengan kondisi yang akan terjadi. Insya Allah kita bersama-sama akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.



