Yogyakarta, Proliman News – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memberi peringatan keras kepada Pemkot Yogyakarta.
“Atasi masalah parkir liar dan harga ‘nuthuk’ atau saya sendiri yang bakal turun tangan membereskannya,” ujarnya Kamis (12/12/2025).
Sikap tegas ini muncul karena Sultan tidak ingin wajah pariwisata Yogyakarta tercoreng.
Meski menghormati wewenang Pemkot Yogyakarta, namun Sultan menegaskan ada batasnya.
Ia bahkan siap mengambil alih komando jika jajaran Pemkot Yogyakarta sudah angkat tangan menghadapi kekacauan di lapangan.
“Kalau Kota merasa kewalahan, ya baru saya terjuni. Kita menghargai wewenang itu. Jangan terus menerobos saja,” tegas Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan.
Keresahan Sultan bukan tanpa sebab. Saat uji coba full pedestrian Malioboro awal Desember 2025 lalu, penyakit lama kambuh lagi.
Parkir liar menjamur di mana-mana dan sulit dikontrol. Sultan menilai, ini adalah ujian bagi Pemkot. Ia tidak mau mendahului, tapi ia menuntut Pemkot Yogyakarta proaktif mengarahkan situasi, bukan diam saja.
“Wong itu wewenang kabupaten/kota, kan gitu. Karena saya nggak mau menduluin,” ucapnya.
Tidak cuma soal parkir dan harga, Sultan juga punya strategi ekstrem buat mengurai macet yang biasa ‘mengunci’ Yogyakarta.
Kendaraan dari arah timur yang tujuannya ke Jateng (Semarang atau Purworejo) dilarang keras masuk Kota Yogyakarta maupun Ring Road.
Sultan minta polisi dan dinas terkait memecah arus sejak di Prambanan. Kalau mau ke Purworejo, langsung buang kiri lewat Piyungan. Mau ke Magelang? Lewat kanan arah Tempel.
“Jadi jangan masuk kota,” pungkasnya.
Liputan : Suyono Sugondo



