Kulon Progo, Proliman News – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Penganugerahan Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten dan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang digelar di Ruang Rapat Sermo, Senin (22/12/2025).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, kepada sekolah-sekolah dan kampung yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup.
Berikut daftar sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten :
A. Tingkat SD/Sederajat
SDN Patragaten (Peringkat 1)
SDN Kedundang (Peringkat 2)
MIN 1 Kulon Progo (Peringkat 3)
SDN Gotakan
SDN Conegaran
SDN 1 Dekso
SDN Tawangsari
B. Tingkat SLTP/Sederajat
MTsN 5 Kulon Progo (Peringkat 1)
SMPN 2 Wates (Peringkat 2)
MTsN 4 Kulon Progo (Peringkat 3)
Jika pada tahun sebelumnya hanya 10 sekolah yang mampu mencapai predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, maka tahun ini capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi meluas hingga tingkat provinsi dan nasional.
Pada tingkat provinsi, tercatat 7 sekolah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi, dengan capaian khusus SDN Mejing yang meraih peringkat 2 tingkat Provinsi DIY.
Sementara di tingkat nasional, dua sekolah berhasil mengharumkan nama Kulon Progo dengan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.
Yakni MAN 3 Kulon Progo dan SDN Trisik Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025
Lonjakan prestasi juga terjadi pada Program Kampung Iklim (ProKlim). Tahun ini, DLH Kulon Progo berhasil mengantarkan Kalurahan Kebonharjo sebagai ProKlim Tingkat Provinsi
Mengantarkan Padukuhan Klewonan Triharjo Wates Kulon Progo meraih Tropi ProKlim Utama Tingkat Nasional
Mengantarkan Padukuhan Kembang, Jatimulyo dan Padukuhan Graulan, Giripeni meraih Sertifikat ProKlim Utama Tingkat Nasional
Dalam sambutannya, Ambar Purwoko menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Penghargaan ini bukan simbol kosong, melainkan bentuk pengakuan dan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen luar biasa dalam menjaga, merawat, melestarikan, serta menciptakan ekosistem yang berkarakter dan beretika lingkungan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu lahirnya gerakan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan, bukan berhenti pada pencapaian administratif semata.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, Fita Maharani, saat ditemui prolimannews.id di kantornya pada Rabu (24/12/2025), menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja pendampingan teknis yang sistematis dan konsisten.
“Ini bukan kerja instan. Ada proses panjang, perubahan budaya, dan komitmen sekolah serta masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan dan mendorong mereka naik kelas, baik ke Adiwiyata Mandiri maupun menjadi penggerak ProKlim di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa konsistensi dan keteladanan, penghargaan hanya akan menjadi angka statistik. Target sesungguhnya adalah perubahan perilaku lingkungan yang mengakar dan berkelanjutan.
Liputan : Anung Marganto



