Kulon Progo, Proliman News – Tidak perlu kaget jika angka golput di Pilkada Kulon Progo 2024 mendatang akan sangat tinggi.
Demikian Pengamat Politik Kulon Progo Agus Sujarwo, ketika dihubungi Jumat (20/9/2024) terkait beredarnya data angka golput tinggi mengancam Pilkada Kulon Progo 2024.
Agus Sujarwo mengamini jika angka golput di Pilkada Kulon Progo bisa mencapai lebih dari angka ketidakhadiran pemilih pada Pileg 2024 lalu.
“Bahkan bisa lebih, mungkin bisa dua kalilipat dari angka itu. Itu tengaranya sudah kelihatan sekarang ini. Warga cuek, ora nggagas pilkada dan leleh luweh,” tegasnya.
Seperti diketahui angka ketidakhadiran pemilih di Pileg 2024 mencapai 53.370 orang pemilih, yakni DPT 345 038 sementara pemilih sah hanya 291.668 pemilih.
“Ini tantangan tersendiri bagi KPU Kulon Progo maupun paslon-paslon yang akan bertarung. Intinya mampu nggak mereka meyakinkan publik, bahwa Pilkada Kulon Progo 2024 ini bukan pesta pepesan kosong,” ujarnya.
Ia menyatakan, KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi tentu tugasnya memang hanya sebagai event organiser, menggelar panggung memplukasi seluruh kesiapan pesta dan berakhir aman.
“Tetapi KPU juga berwajiban meyakinkan publik bahwa pesta demokrasi Pilkada Kulon Progo 2024 itu momen penting untuk masa depan rakyat, kan? Kalau golput tinggi berarti fungsi publikasi tidak berjalan,” tambahnya.
Sementara, sebaik apapun panggung yang disediakan KPU untuk kontestasi Pilkada jika kontentannya tidak menarik tentu penonton malas datang.
“Itu yang membuat golput akan meningkat dibanding Pileg 2024, kemarin,” tegas Agus Sujarwo.
Tetapi tanpa panggung megah sekalipun jika yang tampil artis kondang atau seniman ternama maka espektasi publik terhadap pentunjukan berkelas dan dipastikan mampu memberi hiburan mahal, pasti akan mendorong antusiasme publik.
“Faktor pemainnya menentukan. Hari ini kita bakal mengikuti Pilkada 2024 dengan suasana dingin, cuek, adem ayem. Tanpa greget. Karena publik pesimis dengan paslon yang tampil,” ujarnya.
Suara masyarakat yang kami dengar, lanjut Agus Sujarwo, paslon yang muncul tidak mampu membangkitkan harapan publik untuk masa depan yang lebih baik.
“Dalam bahasa bapak saya yang sudah sepuh sakit-sakitan, wajah dan gestur mereka ( para paslon, red) tidak memberi optimisme bagi perubahan dan perbaikan kondisi Kulon Progoi yang terpuruk,” jelas Agus Sujarwo.
Agus Sujarwo menegaskan, pernyataan itu banyak ia dengar dari warga di Kulon Progo baik melalui forum resmi maupun interaksi jalanan.
Warga masyarakat tidak yakin, dengan ketiga pasangan calon bupati-wakil bupati yang sekarang ini hadir maju sebagai kontentan Pilkada Kulon Progo 2024.
“Pertama, mereka tau dan menelisik rekam jejak prestasi ketiga paslon, tidak ada yang memberi harapan. Lalu mereka tidak mendengar konsep perbaikan situasi yang ditawarkan, ketiga tidak ada komunikasi yang membumi antara paslon dan masyarakat. Ini yang membuat publik pesimis,” lanjutnya.
Sehingga warga masyarakat tidak yakin dengan kehadiran pemimpin dari ketika kontestan yang kini muncul, bahkan pesimis bakal ada perbaikan kesejahteraan, perbaikan situasi dan peningkatan peri kehidupan.
Agus Sujarwo mengungkapkan, sekarang ini bahkan banyak muncul ungkapan masyarakat siapapun pemenangnya dalam Pilkada Kulon Progo 2024 nanti, Kulon Progoakan tetap begini-begini saja.
“Kalau soal siapa pemenangnya, kan hanya merekapitulasi selisih angka. Jika pemilihnya hanya 100 ribu, jika salah satu memperoleh angka 60 ribu maka ia menang mutlak, kan ? “ katanya.
Tetapi siapapun pemenangnya Kulon Progo akan tetap begini-begini saja, atau bahkan kemungkinan akan lebih mersosot dari hari ini alias tidak akan beranjak ke jenjang lebih baik.
“Itu satire masyarakat. Kalau mau sahih, dengar dengan seksama suara masyarakat, dengarlah dengan pendengaran yang sehat bukan pura-pura mendengar untuk sebuah simpati,” terangnya.
Mereka bilang, kata Agus Sujarwo siapapun pemenangnya di Pilkada Kulon Progo 2024, rakyat tetap harus banting tulang bertaruh nyawa hanya untuk sesuap nasi guna melangsungkan hidup di Kulon Progo.
“Itu satire ! Menyedihkan bukan ? “ tanya Agus Sujarwo ketika memberi penjelasan melalui handphone.
Liputan : Suyono Sugondo



