Golput Tinggi Ancam Pilkada Kulon Progo 2024 Faktornya Warga Ogah Memilih Paslon dan Tidak Respek

Jika angka golput (tidak mencoblos, red) pada Pemilu 2024 di Kulon Progo mencapai 53.370 orang, maka pada Pilkada Kulon Progo 2024 bisa mencapai 100.000 orang lebih.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Angka golput pada gelaran Pilkada Kulon Progo 2024 bulan 27 November mendatang diprediksikan meningkat tajam dibanding angka golput pada Pemilu 2024.

Peningkatan angka golput di Pilkada Kulon Progo 2024 bahkan diprediksikan bisa mencapai dua kali lipat dibanding angka golput pada Pemilu 2024 bulan Februari lalu.

Jika angka golput (tidak mencoblos, red) pada Pemilu 2024 di Kulon Progo mencapai 53.370 orang, maka pada Pilkada Kulon Progo 2024 bisa mencapai 100.000 orang lebih.

“Ini yang perlu dicermati semua pihak, termasuk penyelenggara pesta demokrasi dalam hal ini KPU Kulon Progo,” ujar Sidik Pramono, Pengamat Politik Kulon Progo, Jumat (20/9/2024).

Sidik Pranomo mengatakan, indikator elementer akan meningkatnya angka golput tersebut terlihat dari tidak adanya antusiasme publik terhadap proses Pilkada Kulon Progo 2024.

Bahkan sampai dua bulan jelang Pilkada Kulon Progo 2024, banyak warga yang malas membahas gelaran demokrasi tersebut, termasuk ogah membahas tiga paslon yang akan bertanding.

“Responsibilty publik itu jadi indikator elementer. Tidak adanya greget jelang Pilkada Kulon Progo 2024, menjadi indikator warga ogah merespon apapun agenda jelang Pilkada, dan itu angkanya sangat tinggi,”paparnya.

Ia menyebut, semua pihak bisa menggunakan angka selisih DPT dan suara sah Pileg 2024, yakni antara jumlah DPT Kulon Progo 345.038 dan suara sah Pileg 2024 hanya 291.668.

BACA JUGA  GAM Kibarkan Bendera Kebesaran Agar Terekam Kamera Wartawan Dunia, Warga Aceh Menulis : Ini Kesempatan !

Dari gelaran pesta demokrasi yang full fasilitas saja angka golput atau ketidakhadiran demikian tinggi, apalagi hanya sekelas pesta Pilkada 2024 yang tidak melibatkan emosional warga, lanjutnya.

“Nah, dengan beberapa indikator tersebut, diprediksikan jumlah golput atau tepatnya ketidakhadiran warga pemegang hak pilih meningkat tajam, dibanding Pemilu 2024. Karena Pilkada Kulon Progo 2024 tidak menarik,” ujar Sidik Pramono.

Sidik Pramono menegaskan, faktor utamanya kenapa warga tidak tertarik untuk mencoblos di  Pilkada Kulon Progo 2024 karena mereka tidak respek dengan beragam alasan.

“Ada yang malas mencoblos karena tidak tertarik paslonnya, jumlahnya banyak golongan ini. Lalu tidak yakin pesta demokrasi ini bisa memberi harapan lebih baik bagi masa depan rakyat lebih baik ke depannya, ini yang krusial,” ungkapnya.

Sidik Pramono menerangkan, golput yang dimaksud dalam konteks ini adalah warga yang tidak menggunakan hak pilih dengan berbagai alasan.

Alasan malas, tidak punya pilihan yang sesuai hati nurani, tidak yakin pada paslon, maupun tidak menggunakan hak pilih karena faktor lain digeneralisir menjadi satu frasa golput.

 “Bisa alasannya, mukim diluar kota, tidak tertarik Pilkada Kulon Progo 2024, warga mukim yang apatis, dan sejenisnya, untuk memudahkan pemaknaannya kita satukan dalan frasa gloput,” paparnya menjelaskan.

Sehingga golput dalam konteks ini adalah sebutan bagi yang tidak respek atau tidak menggunakan hak pilih. Belum tentu golput sebagai idioligis.

BACA JUGA  Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana: Bupati - Wakil Bupati Agung - Ambar Setahun Ini Masih Adaptasi !

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *