Kepala TK IT Budi Mulyo Sentolo Kulon Progo Paparkan Kronologi Kasus Keracunan di Sekolahnya

Dewan Pendidikan Kabupaten Kulon Progo menilai kasus keracunan makanan di Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Kaliagung, Sentolo, merupakan ujian serius terhadap tata kelola dan standar keamanan pangan yang menyasar ribuan anak dan pelajar.(foto/anung)

Kulon Progo, Proliman News – Kepala TK IT Budi Mulyo Kaliagung, Rif’atunikmah, memaparkan kronologi kasus keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan anak taman kanak-kanak (TK) setelah mengkonsumsi makanan dari program Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Kaliagung, Sentolo.

Menurut Rif’atunikmah, makanan tersebut sempat dicicipi oleh pihak sekolah sebelum dibagikan kepada siswa. Namun, beberapa jam setelah konsumsi, sejumlah murid mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

Pihak sekolah mencatat, sebanyak 28 siswa SD IT Budi Mulia dan 10 anak TK mengalami keluhan dengan tingkat gejala yang bervariasi.

Rinciannya, 19 siswa SD mendapatkan penanganan, sementara tujuh anak TK dirawat di rumah dengan keluhan utama diare dan mual.

Selain itu, tujuh anak lainnya mengalami muntah sekitar pukul 13.00 WIB, setelah sebelumnya mengonsumsi makanan pada pukul 10.00 WIB.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah dan wali murid menyampaikan keberatan terhadap pengelolaan SPPG Kaliagung Sentolo yang telah berlangsung pada periode November hingga Desember 2025, terutama terkait menu dan standar kualitas makanan yang disusun oleh tenaga ahli gizi.

Pihak sekolah kemudian memfasilitasi pertemuan antara pengelola SPPG, perwakilan orang tua, dan manajemen sekolah dengan pendampingan aparat setempat dari Polsek dan Koramil Sentolo.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala SPPG Kaliagung Sentolo, Satriya Dicky Ilham, menyatakan bahwa proses produksi dan distribusi makanan telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

BACA JUGA  Sri Sultan Jadi Responden SE2026, Perkuat Fondasi Data Pembangunan DIY

Ia juga menyampaikan kesiapan pihaknya untuk dievaluasi serta bekerja sama dengan sekolah dan dinas terkait dalam proses penelusuran penyebab kejadian.

Rif’atunikmah menyebutkan, dalam sepekan terakhir terdapat peningkatan kualitas pengelolaan dan menu makanan yang dibagikan kepada siswa.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo masih melakukan penelusuran serta pengujian sampel makanan di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Pihak sekolah dan orang tua berharap hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pangan gizi di lingkungan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *