Bangunan SD Negeri Kokap Kulon Progo Rawan Ambrol Faktor Alam dan Kecerobohoan Jadi Penyebab

Akibat longsor dan tanah retak separo lebih bangunan SD Negeri Kokap, Kulon Progo, kondisinya kritis.(foto/Anung)

Kulon Progo, Proliman News – Akibat longsor dan tanah retak separo lebih bangunan SD Negeri Kokap, Kulon Progo, kondisinya kritis.

Sejumlah ruang bahkan sudah dianggap berbahaya untuk digunakan proses belajar mengajar maupun aktivitas lain.

SD Negeri Kokap tersebut mengalami kemiringan akibat tanah retak sejak awal bulan Januari 2026 lalu. Ditambah terjadinya longsoran bukit memperparah keadaan,

Meski sudah hampir sebulan kerusakan SD Negeri Kokap hingga kini belum tertangani.

Dewan Pendidilkan Kulon Progo melakukan peninjauan ke SD Negeri Kokap, Rabu (21/1/2026) siang.

Dewan Pendidikan Kulon Progo menyatakan bahwa kondisi gedung SD Negeri Kokap rawan untuk digunakan. Separo lebih ruang kelas tidak dipakai karena longsor.

Sementara kondisi bangunan lain dalam kondisi miring dan roboh akibat tanah retak.

Diperoleh data kondisi tanah urugan yang belum mencapai tingkat kepadatan optimal memicu kerusakan pada bangunan di SD Negeri Kokap.

Pergerakan tanah tersebut diperparah oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari.

Dalam kegiatan peninjuan lapangan tersebut, Dewan Pendidikan mencatat bangunan lama diketahui terdampak karena bangunan baru dibangun di atas tanah urugan yang belum padat, tepat di atas area dapur dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Berdasarkan hasil peninjauan Kementerian Pendidikan pada 7 Januari 2026, lokasi tanah yang mengalami longsor dinyatakan tidak layak untuk didirikan bangunan.

BACA JUGA  KUA Kalibawang Dampingi Pelepasan Kafilah MTQ Menuju Tingkat Kabupaten

Oleh karena itu, rencana pembangunan dialihkan ke sisi utara lingkungan sekolah. Di lokasi tersebut direncanakan pembangunan bangunan dua lantai yang akan difungsikan menjadi tiga ruang kelas.

Kepala SD Negeri Kokap, Surohim, berharap agar gedung sekolah segera diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan lancar dan aman.

Saat ini, pelaksanaan KBM dilakukan secara terpisah. Kelas IV, V, dan VI menempati gedung SD Negeri Kokap, sementara kelas I, II, dan III dilaksanakan di bekas gedung SD Kanisius Kokap.

Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik selama proses perbaikan dan penanganan kondisi bangunan berlangsung.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Hamam Mutaqim, menekankan pentingnya penanganan teknis sistem drainase.

Menurutnya, aliran air hujan harus diarahkan secara optimal ke saluran atau selokan dan tidak dibiarkan masuk ke area lereng atau bangket, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor.

Dalam peninjauan tersebut, tim Dewan Pendidikan Kabupaten Kulon Progo yang hadir terdiri atas Ketua Sardal, Wakil Ketua Hamam Mutaqim, serta Bendahara Kuntadi dan Anung Marganto.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan kajian teknis lanjutan terkait stabilitas tanah, sistem drainase, dan keamanan bangunan untuk menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *