Qonitah Ikhtiar Syakuroh Altet Badminton Putri Asal Kulon Progo Raih Emas di ASEAN Para Games Thailand 2025

Atlet Bulutangkis Putri Kulon Progo Persembahkan Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2025(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Atlet para badminton putri, Qonitah Ikhtiar Syakuroh, asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih medali emas pada nomor Women’s Singles SL3 di ajang ASEAN Para Games Thailand 2025 yang diselenggarakan di Provinsi Nakhon Ratchasima.

Kabar gembira ini tentu membuat masyarakat olahraga di Indonesia dan Kabupaten Kulon Progo khususnya menebarkan senyum bangga.

Ajang bergengsi ASEAN Para Games Thailand 2025 ke-13 ini berlangsung dari 20 hingga 26 Januari 2026 dengan menampilkan 19 cabang olahraga paralimpik, dan menjadikannya edisi terbesar dalam sejarah ASEAN Para Games.

Event ini menyiapkan total 493 medali emas dan diperebutkan sebanyak 11 negara Asia Tenggara.

Atlet muda berbakat yang tergabung dalam Komite Paralimpik Indonesia (NPC) Kabupaten Kulon Progo Qonitah Ikhtiar Syakuroh ini membuktikan bahwa semangat juang dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan, mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Sports Complex, Qonitah tampil dengan performa luar biasa, mengalahkan lawannya Siti Maisarah dari Malaysia dengan skor telak 21-10, 21-6.

Setiap poin yang diraih bukan sekadar angka, melainkan kristalisasi dari ribuan jam latihan, air mata perjuangan, dan doa yang tak pernah putus dari keluarga, pelatih, serta masyarakat Kulon Progo yang selalu mendukungnya.

BACA JUGA  80 Pemain Muda Dari Seluruh Indonesia Ikuti Seleksi Beasiswa Sepakbola di Stadion Cangkring Kulon Progo

Atlet kelahiran 29 Desember 2001 ini merupakan peraih peringkat pertama dunia kategori SL3 dan telah membuktikan konsistensinya dengan meraih medali emas di dua edisi ASEAN Para Games sebelumnya, yakni di Surakarta 2022 dan Kamboja 2023, serta medali perak di Paralimpiade Paris 2024.

Kemenangan Qonitah menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki atlet-atlet paralimpik berkelas dunia yang pantang menyerah dalam mengejar mimpi.

Prestasi gemilang ini tentu tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin oleh Menteri Erick Thohir, Komite Paralimpik Indonesia di bawah kepemimpinan Senny Marbun, hingga pemerintah daerah Kabupaten Kulon Progo yang konsisten memberikan perhatian dan pembinaan kepada atlet-atlet berkebutuhan khusus.

Kontingen Indonesia mengirimkan 290 atlet yang didukung 106 pelatih, 55 ofisial, dan 16 manajer tim untuk berkompetisi di 18 cabang olahraga dengan target meraih 82 medali emas dan posisi tiga besar klasemen akhir.

Fasilitas latihan yang memadai, pelatih berkualitas, dan program pembinaan yang terstruktur menjadi fondasi kuat bagi Qonitah untuk terus mengasah kemampuannya hingga mencapai puncak prestasi di ajang regional bergengsi ini yang mengusung tema “Create Pride Together” dan maskot Nong Jai Kaeng.

Qonitah Ikhtiar Syakuroh kini menjadi inspirasi bagi jutaan pemuda Indonesia, terutama bagi para penyandang disabilitas, bahwa impian setinggi apapun dapat diraih dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan keyakinan yang teguh.

BACA JUGA  Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia, Ujian Berat Skuad Blågult Hadapi Kedalaman Les Bleus

Nama “Ikhtiar” yang melekat pada dirinya seakan menjadi takdir yang membawanya meraih kejayaan melalui usaha maksimal dan pantang menyerah.

Gadis dari Desa Kokap, Kulon Progo ini telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Sebelum tampil di Thailand, Qonitah juga telah menorehkan prestasi cemerlang dengan menjuarai Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di Solo pada November 2025, yang semakin memantapkan persiapannya menuju ASEAN Para Games.

Segenap masyarakat Indonesia, khususnya warga Kulon Progo dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut kemenangan ini dengan penuh suka cita dan keharuan.

Medali emas yang dipersembahkan Qonitah bukan hanya sekadar logam mulia, tetapi lambang dari semangat juang, kegigihan, dan kebanggaan bangsa.

Semoga prestasi gemilang ini menjadi awal dari rangkaian kesuksesan berikutnya, dan menginspirasi lahirnya atlet-atlet paralimpik Indonesia yang lebih cemerlang di masa depan.

Selamat untuk Qonitah Ikhtiar Syakuroh, sang juara sejati yang telah mengukir sejarah emas bagi Indonesia!

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *