.Kulon Progo, Proliman News – Gelombang besar dan abrasi Kamis (6/11/2025) malam kembali melumat Pantai Trisik, Banaran, Galur, Kulon Progo.
Sejumlah warung hanyut, rumah warga hancur berantakan, komplek TPI tinggal bangunan mushola yang terlihat berdiri.
Menurut informasi warga bangunan TPI sudah hanyut beberapa waktu lalu. Sedang mushola kini sudah sebagian pondasinya tergerus abrasi dan tinggal menunggu waktu.
Dalam satu malam hamparan lahan hijau sepanjang 400 meter selebar lebih dari 20 meter yang membentang antara TPI dan kawasan Konservasi Penyu Lestari juga sudah hilang.
Kondisi yang sama juga terjadi di sepanjang kawasan Transmigran Ring I yang ada di Karangsewu, Galur, Kulon Progo.
Bibir pantai kini tinggal sepuluh meter dari jalan wisata atau jalan aspal yang menghubungkan Pantai Trisik hingga Pantai Bugel.
“Sejumlah warung hingga rumah warga dilaporkan rusak akibat diterjang gelombang laut yang kini semakin mendekati daratan,” oleh akun Instagram resmi Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, @sarglagah, hari ini.
Dalam laporannya SRI Wilayah V Kulon Progo memperlihatkan sejumlah bangunan yang semula difungsikan sebagai warung dan hunian warga telah porak poranda.
“Kondisi terkini abrasi di Pantai Trisik Banaran Galur Kulon Progo yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan 3 Bangunan warung dan 1 rumah huni pengelola Penangkaran Penyu rusak berat dan hancur. Nihil korban,” tulisnya, Jumat (7/11/2025).
Koordinator SRI Wilayah V Kulon Progo, Aris Widyatmoko mengatakan total ada 4 properti yang rusak parah imbas gelombang pasang, terdiri dari 3 warung dan 1 bangunan yang dihuni pengelola penangkaran penyu sekitar Trisik.
Aris menjelaskan, ini menambah daftar panjang jumlah kerusakan properti di Pantai Trisik akibat gelombang besar dan abrasi.
Sebelumnya, joglo beserta rumah tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik sudah terlebih dulu hilang ditelan abrasi.
“Untuk yang Joglo Edukasi Penyu, kemudian tempat penangkaran penyu itu sudah duluan, sudah hancur, “ katanya.
Masyarakat diminta waspada karena BMKG mengingatkan akan berlangsungnya gelombang besar setinggi 4 meter hari ini hingga besuk di sepanjang pantai selatan DIY.
Liputan : Tim Redaksi



