Ada Tiga Nama Kandidat Calon Bupati Gerindra Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono : Kita Akan Pilih yang Terbaik !

Jika angka golput (tidak mencoblos, red) pada Pemilu 2024 di Kulon Progo mencapai 53.370 orang, maka pada Pilkada Kulon Progo 2024 bisa mencapai 100.000 orang lebih.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono, mengakui hingga kini pihaknya masih belum menentukan siapa Calon Bupati (Cabup) yang akan diusungnya di Pilkada 2024.

“Ada tiga tokoh yang kami kantongi. Dua dari eksternal partai, alias tidak ber KTA. Satu sati dalam partai ber KTA, yakni saudara Marija. Tetapi belum, kami tentu mencari yang terbaik dari yang baik,” ujarnya ketika dihubungi Selasa (16/4/2024).

Kenapa demikian alot untuk memutuskan siapa Cabup-nya, karena menurut Lajiyo Yok Mulyono, Partai Gerindra tidak hanya sekedar ingin punya bupati.

“Tetapi harus mampu memberi lompatan besar ke depan, selaras dengan semangat yang dikobarkan di pusat,” katanya menjelaskan.

Ia menegaskan, jika daerah tidak satu alur dengan pusat, ke depan akan repot, anggaran terhambat dan yang rugi tentu masyarakat Kabupaten Kulon Progo.

“Monggo kita pikirkan bersama. Jangan terus-terusan nrimo ing pandum. Maka kita butuh peimpin yang berani dan amanah,” ujarnya menegaskan.

Kalaupun harus dari eksternal partai atau tidal ber KTA tetapi jika memang memberi dampak luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Kulon Progo, maka itu yang akan diambil oleh Partai Gerindra.

Terkait koalisi, Lajiyo Yok Mulyono menegaskan, bahwa ada skema koalisi dengan tiga partai besar dan kini sudah 90 persen final.

“Tentu kami berharap ada partai lain yang segera menyusul bergabung dengan koalisi ini untuk mewujudkan Kulon Progo lebih maju, terjadi lompatan besar ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA  Amien Rais Setuju Ungkapan Kader PDIP Beathor Suryadi Bahwa di Rumah Jokowi Ada Bunker Berisi Uang Triliunan

Maka butuh koalisi yang kuat, dan calon bupati yang berpengalaman, memiliki relasi yang luas, terutama di sektor invenstasi, katanya.

Sebab tantangan Kulon Progo ke depan tidak ringan, terutama mengatasi kemiskinan, membangun perekonomian yang maju secara permanen, dan yang tidak kalah pentingnya adalah managemen pemerintahan yang cerdas dan efektif.

“Itu alasan dasar kita, kenapa tidak sekedar punya bupati, tetapi bupati yang benar-benar memilki gagasan besar dan lompatan besar, sebab kita tidak boleh nrimo hanya dengan keadaan seperti ini terus menerus,” ujarnya memaparkan.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *