Agung Setyawan: Mengatasi Pengangguran Tetap Akan Menjadi Prioritas Program Kulon Progo Kedepan

Calon Wakil Bupati Kulon Progo 2024 Nomor Urut 1, Ambar Purwoko optimis Kabupaten Kulon Progo akan melesat cepat melalui program ekonomi kreatif.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Tingkat pengangguran di Kabupaten Kulon Progo memang angkanya paling rendah dibanding wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Data terakhir tingkat pengangguran terbuka di Kulon Progo hanya sebanyak 6.000 orang, atau jauh dibawah Kabupaten Sleman, Bantul dan Kodya Yogyakarta.

Meski demikian skema atau program untuk menekan angka pengangguran harus tetap menjadi prioritas bagi Kulon Progo ke depan.

Karena banyak atau sedikit jumlahnya, pengangguran adalah bagian dari sumber persoalan sosial.

“Kita mikirnya begitu. Bukan soal berapa jumlahnya angka penganggurannya terendah atau tertinggi. Bukan itu,” ujar Agung Setyawan, Calon Bupati Kulon Progo 2024-2029 Nomor Urut 1, kepada media.

Sehingga sekecil apapun tingkat pengangguran di Kulon Progo harus tetap menjadi perhatian serius dan harus ada program prioritas baik melalui pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan.

“Kita (di Kulon Progo, red) memang terendah diantara kabupaten lain dan Kota Yogyakarta. Angkanya hanya sekitar enam ribu lebih sedikit. Namun tetap tidak boleh lengah, menekan angka pengangguran harus tetap jadi priorty program,” ujarnya.

Sehingga dari sekarang pihaknya sudah mulai menyiapkan sejumlah skema dan alternatifnya untuk menekan angka pengangguran tersebut.

Salah satunya dengan memperbanyak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) terutama yang mengajarkan ketrampilan khusus  untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja spesifik.

Seperti LPK yang menyiapkan SDM untuk tenaga kerja ke luar negeri, mekanik, teknik pertambangan dan sejenisnya.

BACA JUGA  Diduga Ayam Goreng Berlendir, Puluhan Siswa MTs di Kulon Progo Keracunan Menu MBG

Atau LPK khusus akutansi, perpajakan, atau sejenisnya, itu banyak dibutuhkan, tambahnya.

“LPK dengan materi-materi khusus seperti itu yang harus dihadirkan di Kulon Progo,” terangnya.

Maka penting juga untuk menghadirkan LPK – LPK spesifik yang khusus menyiapkan tenaga ke Jepang, Korea atau ke Taiwan.

Selain juga menyiapkan LPK yang memberi alternatif ketrampilan bagi yang ingin bewirausaha secara mandiri, yang sekaligus mendampingi peserta didiknya untuk memulai usaha mandiri.

“Yang belum ada itu LPK yang mendidik ketrampilan tetapi sekaligus mendampingi peserta didiknya untuk memulai usaha hingga sukses, itu perlu ada,” katanya.

Lalu juga wajib mendorong Balai latihan Kerja (BLK) milik Pemda Kulon Progo wajib up grade agar lebih kekinian materinya, lebih meningkat orientasinya dan termasuk harus berfikir penyaluran tenaga terampilnya.

“Kedepan Kulon Progo harus bebas pengangguran. Itu semboyan yang akan kita angkut ketika diberi amanah memimpin Kulon Progo,” ujarnya Agung Setyawan usai berbicara di depan pemilih pemula di Sentolo, Minggu (29/9/2024).

Kalau akhirnya banyak LPK semacam ini berdiri di Kulon Progo, menurutnya tidak masalah. Karena peserta pelatihan dari berbagai kabupaten di sekitar Kulon Progo tentu banyak akan berdatangan.

“Dengan demikian Kulon Progo akan menjadi kampus bagi peserta pelatihan ketrampilan khusus yang memang susah di cari di DIY maupun Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Agung Setyawan berdirinya LPK- LPK spesifik ini juga untuk memberi pilihan alternatif bagi kelompok putus sekolah dan lulusan sekolah menegah atas yang tidak melanjutkan kuliah.

BACA JUGA  Kawal Pendidikan Anak Prasejahtera, Komisi D DPRD DIY Tinjau Sekolah Rakyat Terpadu 1 Kulon Progo

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *