Agus Sujarwo: Ide Hasto Wardoyo Mengirim Sampah Dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo Itu Merendahkan

Sejumlah tokoh masyarakat Kulon Progo buka suara terkait gagasan Calon Wali Kota (Cawalkot) Yogyakarta dari PDIP, Hasto Wardoyo, yang bakal mengirim sampah ke Kulon Progo jika terpilih nanti.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News –  Sejumlah tokoh masyarakat Kulon Progo angkat bicara terkait gagasan Calon Wali Kota (Cawalkot) Yogyakarta dari PDIP, Hasto Wardoyo, yang bakal mengirim sampah ke Kulon Progo jika terpilih nanti.

Diketahui ide pengiriman sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo itu dilakukan guna mengatasi problem sampah yang beberapa tahun ini terus melanda Kota Yogyakarta.

Lokasi yang dipilih untuk penampungan dan pengolahan sampak tersebut yakni pinggiran Sungai Progo, tepatnya di Dusun Nglatiyan 1, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Tokoh masyarakat Kulon Progo, Agus Sujarwo, menyatakan gagasan Hasto Wardoyo tersebut sebagai merendahkan masyarakat Kulon Progo.

“Gila ! Membawa sampah dari Kota Yogyakarta ke Kulon Progo, apapun konsepnya itu sama dengan menjadikan wilayah kita ini sebagai tempat pembuangan sampah,” ujarnya Jumat (4/10/2024).

Kesimpulannya, Hasto Wardoyo yang juga mantan Bupati Kulon Progo dua periode itu sebagai merendahkan masyarakat Kulon Progo.

Agus Sujarwo mengatakan, mencermati ide ini sepertinya Hasto Wardoyo berpikiran warga Kulon Progo mudah diatur atau dengan kata lain mudah dibodohi.

“Teori memang sampah diolah menjadi barang bernilai jual, seperti pupuk atau produk lainnya. Tetapi harus diingat, ini sampah ! Apapun teorinya membawa sampah Kota Yogyakarta ke Kulon Progo akan berdampak buruk,” katanya menegaskan.

Apalagi rute jauh melewati jalan-jalan yang naik turun berkelok-kelok sehingga resiko berceceran pasti besar. Atau tumpah di jalan juga mungkin.

BACA JUGA  Wiyos Santoso: Pemda DIY Tanggung Jawab Atas Terjadinya Fraud di BUKP Wates dan Galur, Kita Kembalikan !

Lalu selama ditimbun menunggu proses pengolahan, tetap saja areal yang ditunjuk itu bakal menjadi tempat penimbunan sampah ribuan ton.

“Belum lagi kalau proses penggilingannya tidak lancar, mesin macet, atau terjadi masalah lain di internal, sudah terlanjur areal tersebut penuh dengan sampah yang berjumlah ribuan ton akan jadi problem. Mau bilang apa ? Tidak masalah ? Ya jangan dekk,” papar Agus Sujarwo.

Agus Sujarwo yang juga mantan anggota DPRD Kulon Progo itu mengingatkan, bagaimana dulu ketika narasi canggih digembar-gemborkan untuk TPA Banyuroto Kulon Progo.

“Nah sekarang jadi apa? Apalagi sekarang dipilihanya di pinggiran Sungai Progo, ini bakal jadi masalah terutama ekosistem air. TPA Banyuroto dulu juga ingin dijadikan pengolahan sampah terpadu tapi sekarang lihat apa yang terjadi hanya tempat pembuangan sampah saja,” ungkapnya.

Dampaknya jelas pencemaran lingkungan mulai dari bau yang tidak sedap sampai tercemarnya lahan karena pemisahan sampah organik dan non organik tidak terjadi.

Dampak bagi kesehatan terus jadi problem warga sekitar, mudah bersarangnya sumber penyakit kalau tidak di kelola benar.

“Konsep pengolahan sampah itu sumber biaya dari mana? Apa dari APBD Kulon Progo ?  Ya sama saja di paksa. Lain halnya kalau disediakan berapa ratus milliar dari Kota Yogyakarta untuk pengelolaan sampah, itu baru namanya program. Kerjasama itu bagus tapi pengorbanannya seimbang dong,” tegas Agus Sujarwo.

BACA JUGA  Kapolres Kulon Progo AKBP Ridlo Hidayat Cek Kesiapsiagaan Personel di Pospam Lebaran 2026

Tetapi itu kan baru gagasan Hasto Wardoyo kalau nanti terpilih jadi Walikota Yogyakarta.

“Ya kita tunggu saja, apa Hasto Wardoyo terpilih atau tidak. Jika terpilih dan konsep mengirim sampah di Kulon Progo lanjutkan, ini baru elokkk,” pesannya melalui WA.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *