Pati, Proliman News – Koordinator Masyarakat Pati Bersatu (MPB) Supriyono Botok menyatakan aksi demo ke Gedung KPK Jakarta akan terus dilanjutkan.
Posko donasi masayarakat untuk kegiatan aksi demo ke Gedung KPK Jakarta juga terus berjalan bahkan uang yang masuk sudah mencapai lebih dari Rp 40 juta.
Ia mengatakan aksi ini untuk mendesak KPK segera menetapkan Bupati Sudewo sebagai tersangka kasus korupsi di proyek pembangunan rel kereta api di Kemenhub.
Selain untuk menggelar aksi di Gedung KPK Jakarta donasi yang dihimpun dari masyarakat juga akan digunakan untuk mengawal Pansus Hak Angket di DPRD Pati hingga 60 hari ke depan.
Botok tidak masalah jika sejak beberapa hari ini Ahmad Husein mundur dari kegiatan demo pelengseran Bupati Sudewo.
“Tidak masalah, kalau Mas Husein atau siapapun keluar tidak masalah, kita akan terus berjalan melakukan agenda aksi pelengseran Bupati Pati Sudewo,” katanya.
Ia menuturkan keluarnya Ahmad Husein dari AMPB ibarat mati satu tumbuh seribu, pasti akan ada Husein lain yang akan terus bermunculan mengiringi niat masyarakat untuk melengserkan Bupati Pati Sudewo.
Pengawalan terhadap Pansus Hak Angket di DPRD Pati apakah akan dikawal dengan demo massa atau tidak belum terpikirkan.
“Kita lihat hasilnya seperti apa Pansus Hak Angket, jika hasilnya mengcewakan masyarakat kita akan ambil tindakan,” katanya menegaskan.
Sementara di depan Posko Penggalangan Donasi Masyarakat Pati Bersatu, ada atraksi yang unik yakni setiap orang yang akan menyumbang untuk aksi ke Gedung KPK 2 September 2025 nanti wajib menginjak poster bergambar wajah Ahmad Husein.
Ahmad Husein yang semula merupakan duet pejuang idola Pati dengan Botok kini seolah bermusuhan atau saling bertolak belakang.
Liputan : Suyono Sugondo



