Yogyakarta, Proliman News – Update terbaru datang dari akun resmi Polda DI Yogyakarta terkait aksi yang berujung ricuh, Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam unggahannya, Polda DIY menuliskan kalimat tegas: “Kami ajak dialog dengan adat kromo alus gak bisa.”
Pernyataan itu disertai potret saat petugas mencoba mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan anarkis dengan pendekatan santun ala budaya Jawa.
Namun, situasi di lapangan justru memanas hingga terjadi perusakan pagar dan ketegangan dengan aparat.
Polda DIY menegaskan tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama seluruh warga yang tinggal dan menetap di DIY.
Unggahan ini langsung memantik respons beragam dari warganet.
Ada yang menilai pendekatan persuasif sudah dilakukan, ada pula yang mempertanyakan akar persoalan hingga aksi bisa memuncak.
Dalam pamflet yang beredar tercantum nama nama LBH Yogyakarta dan Satgas PPKS Srikandi UGM sebagai inisiator.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 18.30 WIB, ketika massa menjebol pagar sisi timur Polda DI Yogyakarta.
Sementara, arus dari arah barat dialihkan dan diminta berputar untuk menghindari titik kerumunan massa.
Selain itu, massa juga sempat melempar kembang api ke markas Polda DI Yogyakarta.
Hingga pukul 18.50 WIB, arus lalu lintas di kawasan Ringroad Utara terpantau tersendat.
Direktur Ketua LBH, Julian Dwi Prasetia menyangkal bila aksi tersebut diinisiasi oleh LBH Yogyakarta.
“Kami memang gak tahu akan ada rencana aksi di Polda DIY dalam pamflet tersebut,” kata Julian dihubungi, Selasa (24/2/2026).
Julian mengaku, pihaknya telah melakukan klarifikasi karena dinilai kurang elok mencatut nama LBH Yogyakarta.
“Kami klarifikasi juga ke akun yang mencantumkan itu dan konfirmasi sepertinya kurang elok misalnya mencantumkan kontak person kami dalam rencana aksi tersebut. Terlebih, kami tidak mengikuti prosesnya,” tuturnya.
Meskipun begitu, apabila ada permohonan bantuan hukum dari massa aksi kepada LBH Yogyakarta, pihaknya mempersilakan untuk menghubungi ke layanan aduan yang tersedia.
Liputan : Rendy Satrio / Berbagai Medsos



