Perempuan Berhijab dan Lelaki Bukan Suaminya Digrebeg Ngamar di Hotel Saat Bulan Suci Ramadhan !

Karya Koesnan Hoesea diunggah oleh Budi Maryono di medsosnya, (ilustrasi)

Bulan suci ramadhan ternyata tidak berarti apa-apa bagi sebagian orang yang mengaku sebagai umat muslim.

Ini buktinya !

Baru-baru ini beredar video seorang muslimat berstatus istri atau ibu rumah tangga, mengenakan hijab sebagai laiknya muslimat sholehah, digrebeg di sebuah hotel di Wates, Kulon Progo selingkuh dengan seorang lelaki.

Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang pegawai koperasi dengan seorang nasabahnya menghebohkan warga Kulon Progo.

Peristiwa ini terbongkar setelah suami sah memergoki istrinya berada bersama pria lain di sebuah kamar hotel di wilayah Wates, pada Jumat, 21 Februari 2026.

Ampun, mohon ampun, kejadian tersebut terjadi di bulan suci ramadhan yang mestinya penuh rahmat, ampunan, dan pengendalian diri.

Namun, momen yang suci itu justru nodai dengan percintaan haram tanpa memikirkan dampak moral, sosial, dan kehancuran rumah tangga yang ditimbulkan.

Fakta yang membuat publik semakin geram, sosok perempuan tersebut mengenakan hijab dan selama ini tampil dengan citra religius di lingkungan sekitar (tulis media sosial).

Ini menimbulkan kekecewaan mendalam, khususnya bagi keluarga dan masyarakat yang merasa dikhianati oleh seorang muslimat, istri dan ibu rumah tangga ini.

Hingga kini, kasus tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bahkan ribuan komentar netizen ikut menghangatkan suasana.

Video ini menjadi pelajaran bersama bahwa jabatan, kepercayaan, dan simbol keagamaan bukanlah ukuran ketaatan.

BACA JUGA  Imam Safi'i : KARTANU, Presiden Prabowo Menyeret NU ke Panggung Gerindra ?

Ia kadang menjadi tameng untuk melanggar norma dan etika.

Pertanyaannya sekarang, berapa ribu muslimat atau kaum muslim yang melakukan tindakan serupa namun tidak terekam video?

Tidak perlu kita pungkiri, dibanyak sudut kota, wilayah dan desa banyak muslimat berhijab asyik masyuk dengan bukan pasangannya.

Bukan lagi terbatas pada usia muda, bahkan di warung-warung, ditempat yang sepi, remang-remang banyak pasangan uzur melakukan percintaan terlarang (bukan suami – istri ) di bulan ramadhan.

Mau tahu dimana ? Lihatlah disekitar anda sepasang lekaki perempuan (berhijab) terlihat sebagai bukan istri atau suaminya bertemu di suatu tempat, pergi berdua, makan berdua, dengan lirik kanan kiri (takut ada cctv) atau terlihat tetangga atau orang yang dikenal.

Atau lihat, lelaki naik mobil di sebuah warung menunggu seorang perempuan naik motor lalu berdua bercengkerama, meski usia sudah tua, tetapi tetap nekad memadu asmara.

Pasgti keduanya bukan suami istri, tudak perlu mengelak, karena gesture sampean terlihat, bahwa kalian bukan suami istri, atau bukan pasangan yang sah.

Lalu kami berfikir, apa gunanya perempuan muslimat menutup dirinya dengan hijab yang seolah muslim taat ? Apa bedanya dengan perempuan rok mini atau setengah telanjang jalan-jalan di tengah keramaian?

Subhanallah !

Penulis : Rendy Satrio Prabowo

Pemerhati Sosial dan Keumatan

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *