Kulon Progo, Proliman News – Aktivis Pelestari Sungai Progo, Sarana TY meminta Pemda DIY turun tangan mengatasi maraknya penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo, jika tidak ingin kehilangan Jembatan Srandakan 2.
“Jika tidak turun tangan, serius mengatasi maraknya penambangan pasir di Sungai Progo, tidak lama lagi wilayah ini kehilangan Jembatan Srandakan 2, lho,” ujarnya ketika dimintai pendapat Selasa (18/2/2025).
Ia menegaskan, sepuluh tahun terakhir Pelestari Sungai Progo selalu bersuara untuk menghentikan penambangan pasir ilegas dan menertibkan penambangan pasir legal, agar kawasan ini aman.
Karena suara mereka tidak didengar maka, sekarang satu per satu infrastruktur umum yang menjadi aset bangsa hilang dan terancam hilang.
“Berapa ratus miliar rupiah hilang percuma karena masyarakat penambang pasir dan pemerintah tidak hanya berfikir untuk kepentingan jangka pendek. Apa itu ? Duit saja,” ujarnya.
Apakah semua penambang pasir harus dihentikan atau hanya yang ilegal saja ?
Ditertibkan semua, baik yang legal maupun yang ilegal. Yang ilegal dihentikan, yang legal dibenahi prosedur tetapnya.
Karena menurut mantan pejabat di Inspektorat DIY itu, penambang pasir legal juga tidak seluruhnya mematuhi prosedur tetap ( protap, red) seperti hanya bermodal izin usaha penambangan langsung gamprak lokasi.
“Kan ada isin operasional, izin masyarakat, ada pengawasan dan reklamasi, serta aturan muatan dan penggunaan jalan. Apakah semua aspek itu sudah ada, ditaati belum, jika belum ya ditinjau kembali izinnya,” ujarnya.
Ia menegaskan Jembatan Srandakan lama atau Jembatan Srandakan 1 sudah jadi korban, dan itu merupakan peninggalan sejarah yang mestinya dilestarikan, dirawat, dengan baik.
Lalu sekarang cekdam groundsil Jembatan Srandakan 2 sudah ambrol dan kemungkinan gagal untuk diperbaiki karena kondisi airnya terus mengalir dengan sangat kuat dari utara ke muara.
Sarana mengatakan, ada dua lagi cekdam groundsil yang mestinya dibangun pememrintah di selatan Jembatan Srandakan 2, karena lahan sudah dibebaskan tetapi sampai sekarang belum di kerjakan proyeknya.
Ia berharap Pemda DIY melakukan investigasi secara komperhensif agar memeproleh input yang berpihak kepada kemaslahatan rakyat banyak.
Liputan : Suyono Sugondo



