Magelang, Proliman News – Aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Merapi masih dilarang hingga saat ini.
Hal ini terkait semakin tingginya aktivitas vulkanis Gunung Merapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah – DIY.
Status Gunung Merapi hari ini adalah Level III (Siaga). Aktivitas yang terpantau telah terjadi luncuran awan panas guguran, terutama ke arah barat daya (hulu Kali Krasak) dengan jarak luncur sekitar 1.200 meter pada pukul 05:46 WIB, Rabu (29/10/2025).
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di dalam daerah potensi bahaya, serta mewaspadai awan panas guguran dan lahar dingin saat hujan.
Luncuran awan panas guguran pada pukul 05:46 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.200 meter mengarah ke hulu Kali Krasak (barat daya).
Guguran lava dan awan panas guguran juga mengarah ke Sungai Boyong (maksimal 55 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 77 km).
Guguran lava dan awan panas guguran mengarah ke Sungai Woro (maksimal33 km) dan Sungai Gendol (maksimal 55 km).
Tidak ada laporan hujan abu hingga pukul 09:00 WIB, namun masyarakat diminta mengantisipasi jika abu terbawa angin.
Dihimbau masyarakat tidak boleh beraktivitas di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
Waspadai kemungkinan awan panas guguran dan lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Siapkan diri menghadapi potensi gangguan akibat abu vulkanik yang terbawa angin.
Aktivitas pendakian ke Gunung Merapi masih dilarang karena statusnya Siaga (Level III).
Liputan : Suyono Sugondo



