Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Terus Meningkat Hingga Senin (29/9/2025) Statusnya Masih Siaga Level lll

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini dari Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat atau kanal resmi BNPB, BPPTKG dan BPBD agar mendapatkan arahan yang tepat dan terpercaya(foto/ist)

Magelang, Proliman News – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi terus meningkat. Guguran lava dan kegempaan juga terus terjadi.

Meski demikian gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah – DIY hingga Senin, 29 September 2025 masih berada di level Siaga III.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan status Gunung Merapi hingga saat ini masih di Level Siaga III.

Status siaga sendiri diberikan pada Gunung Merapi karena  mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.

Pada level ini, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi sekarang ini  cerah dengan angin tenang ke arah barat. Kemudian, suhu udara sekitar 16.3°C dengan kelembaban 95.5% dan tekanan udara 873.5 mmHg.

Hari ini Senin (29/9/2025), Gunung Merapi mengalami 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-40 mm dan lama gempa 47.12-222.25 detik.

Selain itu, terjadi pula 25 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-21 mm dan lama gempa 13.78-36.89 detik.

Akibat aktivitas tersebut, guguran lava dan awan panas berpotensi terjadi di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Potensi terjadinya guguran lava juga mengintai sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

BACA JUGA  Terungkap Lewat MiChat, Polisi Amankan Dugaan Mucikari di Hotel Wonosobo

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Berdasarkan pengamatan terbaru, suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Gunung Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.

Akibat aktivitas tersebut, potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Menurut laporan BPPTKG, sekitar puncak Gunung Merapi terpantau cerah dengan angin tenang ke arah barat.

Suhu udara 16,3 derajat Celsius, kelembapan 95,5 persen, dan tekanan udara 873,5 mmHg.

Secara visual, puncak Merapi terlihat jelas tanpa asap kawah. Aktibitas pemantau menyatakan, Gunung Merapi tercatat 30 kali mengalami gempa guguran dengan amplitudo 2–40 mm dan durasi 47–222 detik, serta 25 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–21 mm dan durasi 13–36 detik. 

PPTKG juga mencatat 12 kali guguran lava ke arah barat daya, tepatnya ke hulu Kali Krasak, Bebeng, dan Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer.

BACA JUGA  ‎Jembatan Perintis Garuda Permudah Akses Pertanian, Dukung Kesejahteraan Petani di Temanggung

BPPTKG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di wilayah potensi bahaya, meliputi sektor selatan–barat daya di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Sementara sektor tenggara mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.

Warga juga diminta waspada terhadap potensi guguran lava, awan panas, lahar hujan, dan gangguan abu vulkanik.

Lilutan :Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *