Antisipasi Wabah Penyakit, UGM dan DKP Kulon Progo Pantau Kesehatan Ikan Budidaya

(Foto: Laman Resmi/UGM)

Kulon Progo, Prolimannews — Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo meluncurkan program pemantauan (monitoring) kesehatan ikan budidaya. Program ini dijadwalkan berjalan secara berkala hingga akhir tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan para pembudidaya lokal dalam menghadapi ancaman penyakit ikan yang sering memicu kerugian ekonomi besar.

Program monitoring ini dipimpin langsung oleh pakar Mikrobiologi Akuakultur UGM, Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D. Fokus utama tim saat ini adalah memetakan berbagai faktor yang membuat ikan budidaya rentan terserang penyakit.

Secara khusus, pemantauan diarahkan pada komoditas ikan lele dan gurame, guna mengantisipasi infeksi bakteri seperti penyakit *aeromoniasis* yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Dr. Indah didampingi oleh tim Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan UGM, yakni Hafidz Nursadewa Alif, S.Gz., dan Faiz Mahasin, S.Pi., M.Sc. Mereka melakukan pengecekan langsung ke kolam-kolam, mengambil sampel ikan, serta mengevaluasi kualitas lingkungan air di berbagai titik budidaya di Kulon Progo.

Kerja sama ini juga melibatkan tim teknis dari DKP Kulon Progo yang dipimpin oleh Kepala Bidang Budidaya Ikan, Ghufron Said Priyono, S.Pi., bersama jajarannya, yaitu Ade Saepudin, S.Pi., M.M., Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., dan Sagiyo. Kolaborasi ini dinilai sangat efektif karena memadukan keahlian akademis berbasis sains dengan pengalaman praktis di lapangan.

BACA JUGA  Warga Kelurahan Tuksono Gelar Tradisi Baritan di komplek area Sendang Klampok di Dusun Gunung Duk

Menurut Dr. Indah, pemantauan jangka panjang sangat krusial mengingat penyakit ikan umumnya muncul akibat akumulasi masalah lingkungan, manajemen kolam yang kurang tepat, serta kondisi biologis ikan itu sendiri.

“Melalui pemantauan yang berkelanjutan, potensi masalah dapat dideteksi lebih awal sehingga tindakan pencegahan bisa segera diambil sebelum terjadi wabah yang meluas,” jelasnya.

Selain mengumpulkan data kesehatan ikan secara berkala, program ini nantinya akan merumuskan rekomendasi teknis yang aplikatif bagi para pembudidaya dan pemerintah daerah. Harapannya, sistem manajemen kesehatan ikan di Kulon Progo ke depan bisa lebih adaptif dan berbasis data ilmiah.

Sinergi nyata antara UGM dan DKP Kulon Progo ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) global, khususnya:

SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Lewat penguatan produksi pangan sektor perikanan.

SDG 3 (Kehidupan Sehat & Sejahtera): Melalui pengendalian penyakit pada biota budidaya.

SDG 14 (Ekosistem Lautan/Perairan): Melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melalui kolaborasi strategis antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *