Arsita Minaya Meminta Keadilan: Kenapa Suami Saya Jadi Tersangka Padahal Dua Jambret Itu Tewas Kecelakaan

Penetapan Hogi Minaya (44) warga Kalasan, Sleman, DIY sebagai tersangka viral diberbagai media sosial.(foto/ist)

Sleman, Proliman News – Penetapan Hogi Minaya (44) warga Kalasan, Sleman, DIY sebagai tersangka viral diberbagai media sosial.

Hogi Minaya ditetapkan sebagai tersangka atas kematian dua jambret yang dikejarnya hingga terjungkal dan meninggal ditempat.

Dua jambret yang merebut tas istri Hogi Minaya yakni Arsita Minaya nyawanya tak tertolong karena terluka parah akibat kendaraannya oleng dan menabrak tembok pembatas jalan.

Kepada publik Arsita Minaya menjelaskan, bahwa dua jambret yang dikejar suaminya tersebut tentu berusaha melarikan diri secara kalap.

Kasus ini menjadi perhatian banyak kalangan karena Hogi Minaya tentu melakukan aksinya secara spontan karena istrinya dijambret.

“Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama, kenapa justri Hogi Minaya yang jadi tersangka. Penjahat tertawa donk kalau begitu,” ujar warganet.

Arsita Minaya bahkan sempat menulis keluh kesahnya kepada semua pihak yang berwenang di media sosial.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, para petinggi hukum, Bapak Kapolri, dan orang-orang baik di luar sana,” tulisnya.

​Nama saya Arsita Minaya. Hari ini saya memberanikan diri menulis ini dengan air mata yang tidak kunjung berhenti.

Saya memohon bantuan Anda semua untuk menyelamatkan suami saya, Hogi Minaya, yang kini terancam dipenjara 6 tahun hanya karena dia mencoba menyelamatkan nyawa saya.

​Kejadian itu masih membekas di ingatan saya. Saat kami sedang mengantar pesanan, saya dijambret oleh dua orang yang membawa pisau cutter.

BACA JUGA  Anggota DPR RI Subardi Serahkan Dua Kendaraan Pengangkut Sampah untuk Warga Papringan Sleman

Tali tas saya diputus paksa. Saat itu, saya hanya bisa berteriak ketakutan.

​Suami saya, yang melihat istrinya dalam bahaya, secara refleks mencoba menghentikan pelaku.

Dia tidak punya niat membunuh, dia hanya ingin mengambil kembali barang yang dirampas. Namun, pelaku yang panik memacu motornya dengan sangat kencang, menabrak tembok, dan meninggal dunia.

​“Sekarang, dunia kami hancur,” tulisnya melalui media sosial, yang direspon warganet dengan seruan tetap semangat.

Pelaku jambretnya bebas dari hukum karena meninggal, tapi suami saya, korban yang membela saya, justru dijadikan tersangka.

Kakinya dipasangi gelang GPS seolah-olah dia penjahat besar yang mau melarikan diri. Padahal kami hanya pedagang jajanan pasar yang jujur.

Apakah seorang suami harus diam saja saat istrinya ditodong pisau di depan matanya?. Apakah membela diri dan keluarga sekarang dianggap sebagai kejahatan di negeri ini?.

​“Saya memohon dengan sangat. Bantu saya viralkan tulisan ini. Saya butuh perhatian dari Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Mahfud MD, Bang Hotman Paris, dan siapa pun yang punya kekuatan untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya,” paparnya.

Jangan biarkan suami saya membusuk di penjara karena melakukan tugasnya sebagai pelindung keluarga. Saya hanya ingin keadilan, bukan hukum yang berat sebelah.

​“Share dari Anda sangat berarti untuk kebebasan suami saya,” tutupnya.

Liputan : Berbagai Media

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *