Yogyakarta, Proliman News – Meski terus mendapat penolakan netizen akhirnya Bajaj Maxride hadir juga di Kota Yogyakarta!
Terlihat dalam unggahannya di sejumlah media sosial Bajaj RE Indonesia mengabarkan bahwa Bajaj Maxride akan segera hadir untuk memberikan pengalaman transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau.
Dengan layanan modern dan sistem pemesanan yang praktis (online) bisa dipesan lewat aplikasi, maka Bajaj Maxride akan menjadikan perjalanan dalam kota jadi lebih mudah, cepat, dan bebas macet!
Promosi tersebut sudah beredar di sejumlah media sosial sejak 13 Maret 2025 lalu.
Dan kini, sejumlah armada Bajaj Maxride, benar-benar sudah nongkrong disejumlah tempat seperti Stasiun Kereta Api Tugu Malioboro, kemudian Stasiun Kereta Api Lempuyangan dan tempat lainb.
“Bahkan Bajaj Maxride memberi layanan harga promo sampai akhir Desember 2025,” tulis reporter Prolimannews.id, Rendy Satrio Prabowo, dalam laporan Selasa (13/5/2025) malam.
Untuk membuktikan apakah Bajaj Maxride dengan layananannya akan membuat lalu lintas di dalam kota Yogyakarta semakin ruwet seperti kekawatiran banyak netizen maka Rendy Satrio Prabowo mencoba keliling kota dengan Maxride.
“Saya akan membuktikan apakah Bajaj Maxride enak atau tidak, lalu akan membuat lalu lintas ruwet atau tidak, dan yang penting seperti apa layanan kita coba,” tulisnya.
Catatan awal yang ia kirimkan ke kantor redaksi, bahwa pesanan online Bajaj Maxride bagus, tepat waktu dan murah untuk ukuran kantong mahasiswa.
Ia memesan sampai Jalan Kaliurang, Yogyakarta, terlayani dengan baik. Harga sesuai dengan standar aplikasi lain seperti Gojek, Maxim, dan lainnya. Karena mereka punya ukuran sendiri-sendiri.
“Enaknya dengan harga segitu (murah, red) bisa bertiga lagi,” tulisnya.
Yang menjadi catatan selanjutnya, Bajaj Maxride seperti produk transportasi sejenisnya, menggunakan stir seperti vespa, tidak berisik dengan menggunakan bahan bakar pertalie.
“Sebagai awal yang keren, meski keberadaannya perlu dicoba hingga pertengahan tahun 2025,”tulisnya lebih lanjut.
Seperti dikawatirkan banyak netizen, kendaraan ini jika dibolehkan masuk kota Yogyakarta akan membuat ruwet lalu lintas dan menambah masalah sosial.
Melalui akunnya di FB, Netizen Ade Purnomo mengatakan, di Jakarta bajaj mulai dihilangkan, di Jogja malah mau masuk. Kasihan tukang becak dan andong. Nilai estetik Jogja nanti hilang.
Netizen Imron Sureni, mengatakan, pemerintah harus memberikan tindakan tegas kepada aplikasi yang tarif nya tidak sesuai SK. Terutama si Kosim dan Indriver.
Netizen Hantu Laut mengatakan semoga gak akan terjadi keributan.
Karena setahuku bentor (Becak Bermotor) dilarang masuk Ring 1 Malioboro apalagi Titik Nol.
Muncul kendaraan roda 3 sejenis becak yang akan lalu lalang diarea terlarang bentor, apakah gak akan memicu keributan antara bajaj dengan pemilik bentor ?
Netizen Pastakangenjogja mengatakan, tergantung Pak Gubernur dan aparatnya dong.
Kalau nantinya dapat ijin, pasti jalan tuh bajaj. Kalau saya secara pribadi setuju sebab hidup di Yogyakarta tuh kendaraan umum nya kurang banget jadi memaksa orang yang tinggal di Yogyakarta harus punya alternatif.
Netizen Satrio Lewung, mengatakan, setuju demi kemajuan teknologi transportasi sopir becaknya ikut direkrut biar tidak iri dengki. Dari pada narik bentor juga surat ijin nya tidak jelas.
Liputan : Rendy Satrio Prabowo



