Bajaj Maxride Yogyakarta Mulai Menghiasi Banyak Pangkalan Beri Potongan Harga Hingga Akhir Desember 2025

Karena penasaran Selasa (13/5/2025) malam Reporter Prolimannews.id, Rendy Satrio Prabowo mencoba memesan layanan kendaraan roda tiga tersebut untuk sekedar memenuhi hasrat ingin merasakan saja.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Armada Bajaj Maxride sudah beberapa hari ini terlihat parkir di sejumlah tempat, seperti Stasiun Kereta Api Tugu Malioboro dan Lempuyangan, Kota Yogyakarta.

Namun masyarakat nampaknya belum banyak yang menggunakan layanan Bajaj Maxride, karena di jalanan belum ada hilir mudik armada online pertama di Indonesia itu.

Di sisi lain sejumlah tayangan promosi Bajaj Maxride pun mulai muncul di beberapa media sosial meskipun belum banyak yang nge-like atau viewernya.

Karena penasaran Selasa (13/5/2025) malam Reporter Prolimannews.id, Rendy Satrio Prabowo mencoba memesan layanan kendaraan roda tiga tersebut untuk sekedar memenuhi hasrat ingin merasakan saja.

“Saya memesan untuk perjalanan dari Gedong Tengen ke UGM,” tulis Rendy Satrio Prabowo dalam pesan singkat malam ini ke kantor redaksi.

Pertama yang ia paparkan melalui pesan singkat bukan kata-kata atau kalimat panjang tetapi meme jempol lima dan kepala tertidur mendengkur,menyertai foto dan video yang dikirim.

Ia lalu menuliskan bahwa, sebagaimana Bajaj, angkutan roda tiga ini tetap seperti sebelumnya, yakni kendaraan dengan stang sebagai pusat kendali operasionalnya.

“Seperti vespa, pengatur gigi, kopling vresneleng dan semua pengatur elektronik ada di stang,” tulisnya memulai laporannya secara lengkap.

Kendaraan ini tetap buatan India, tetapi kemudian dirakit di Indonesia, tulsinya disertai keterangan ini sebagai hasil ngobrol dengan driver.

Menurutnya, Bajaj Maxride lebih dari sekedar nyaman, karena mungkin masih baru, sehingga jalannya enak tidak oglak-oglek seperti Bajaj Jakarta.

BACA JUGA  Stop BUKP Galur Kulon Progo ! Kalian Sudah Membuat Banyak Nasabah Sengsara Hingga Sakit Jiwa

Kemudian ruangannya longgar, lebih longgar dibanding generasi sebelumnya. Dan kondisinya enak, karena tidak berisik dengan mesin berbahan bakar pertalite.

Berdasarkan obrolannya dengan sang sopir, diketahui bahwa kini masih dalam masa promosi sehingga potongan harganya separo dari standar normal.

“Saya mestinya membayar Rp 22 ribu, tetapi malam ini hanya membayar Rp 11 ribu atau setengah harga. Promosi masih akan berlanjut hingga 31 Desember 2025,” tulisnya.

Secara obyektif ia menuliskan bahwa menggunakan Bajaj Maxride malam ini keren banget, bahkan tidak nampak sebagai kampungan.

Sebagai solusi angkutan yang bisa bergerak hingga gang-gang sempit bolehlah. Namun harus tetap dengan standar malam ini, kendaraan tetap bagus, bersih, longgar dan tidak berisik.

Jika ini bisa dipertahankan, kemungkinan Bajaj Maxride bisa mengganti jenis angkutan serupa yang lain yang ada di dalam Kota Yogyakarta.

Hanya yang terpikir kemudain adalah bagaimana nasib bentor, yang kini juga tengah rintis oleh banyak pihak untuk angkutan Kota Yogyakarta.

Atau bagaimana dengan keberadaan andong yang juga masih banyak ditemukan di Kota Yogyakarta sebagai angkutan murah merakyat.

“Semoga saja kendaraan ini tetap menjaga mutu, dan tingkat harga, sehingga bisa menjadi bagian kegidupan masyarakat Kota Yogyakarta,” tulisnya kepada redaksi jaga malam ini.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *