Bandara Adisutjipto Mau Dihidupkan Lagi? Pengamat Transportasi: YIA Jauh Lebih Mumpuni!

Sultan HB X Respons Arahan Presiden Prabowo Terkait Optimalisasi Bandara Adisutjipto (foto/dok)

Yogyakarta, Proliman News – Rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali fungsi komersial Bandara Adisutjipto di Yogyakarta memicu beragam tanggapan dari para ahli.
Salah satu kritik datang dari Djoko Setijowarno, seorang pengamat transportasi yang menilai langkah reaktivasi ini tidak mendesak untuk dilakukan.

Menurut Djoko, Yogyakarta saat ini sudah memiliki Yogyakarta International Airport (YIA) yang jauh lebih mumpuni.
Fasilitas dan aksesibilitas di YIA dianggap telah berhasil memenuhi kebutuhan transportasi udara di wilayah tersebut secara optimal.
Djoko menjelaskan bahwa Bandara Adisutjipto memiliki kompleksitas tinggi karena statusnya sebagai bandara enclave sipil.

Status ini membuat operasional penerbangan komersial sering kali harus mengalah pada aktivitas militer yang menjadi prioritas utama.
Jika pesawat latih militer sedang melakukan latihan, jadwal penerbangan sipil otomatis akan terganggu dan tidak bisa masuk.

Hal ini menjadi hambatan serius bagi kenyamanan serta ketepatan waktu operasional penerbangan komersial di sana.
Selain masalah operasional militer, Djoko juga menyoroti keterbatasan fisik yang dimiliki oleh Bandara Adisutjipto.
Ia menekankan bahwa bandara lama tersebut hampir mustahil untuk dikembangkan lebih jauh guna menampung lonjakan trafik.

Kapasitas pelayanan serta panjang landasan pacu (runway) di Adisutjipto dinilai sangat terbatas bagi kebutuhan penerbangan modern. Hal inilah yang membuat pengalaman penumpang menjadi kurang nyaman dibandingkan dengan fasilitas yang tersedia di YIA.

Pemerintah disarankan untuk lebih fokus dalam memaksimalkan potensi YIA daripada mencoba menghidupkan kembali operasional komersial Adisutjipto.
Saat ini, konektivitas menuju bandara yang terletak di Kulon Progo tersebut sudah mengalami peningkatan pesat.
Tersedianya layanan kereta bandara yang cepat telah mempermudah mobilitas masyarakat menuju YIA secara signifikan.

BACA JUGA  Markam (57) Singa Podium Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo Itu Kini Lunglai, Ini Penyebabnya !

Selain itu, pembangunan jalan tol yang sedang berjalan akan semakin memperpendek waktu tempuh dan memperkuat posisi YIA sebagai pintu gerbang utama. Meskipun ada kendala teknis, perspektif berbeda muncul dari sudut pandang pemangku kebijakan di tingkat kewilayahan.

Liputan : Suyono Sugondo / Berbagai Sumber

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *